FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Ustadz : Vaksinasi dan Rapid Test Tidak Membatalkan Puasa

KBRN, Palangka Raya : Keraguan soal halal atau tidaknya vaksinasi atau upaya swab dan rapid test yang dijalankan selama puasa mendatang ternyata tidak perlu dibesar besarkan. Secara agama ternyata melakukan suntik vaksinasi dan swab atau rapid test selama bulan Suci Ramadhan hukumnya tidak membatalkan puasa yang bersangkutan.

Hal ini disampaikan salah seorang tokoh dan pemuka agama Kalteng, Ustad Syamsul Bahri kepada RRI, Sabtu (10/04/2021) . Disebutkan sang ustadz, upaya medis dan penyembuhan covid 19 selama bulan puasa dinyatakan masih halal dan tidak membatalkan puasa yang bersangkutan. Upaya seperti halnya swab rapid atau vaksinasi dengan memasukan cairan atau benda ke dalam rongga hidung demi alasan kesehatan dan keselamatan dinyatakan tidak membatalkan puasa. Puasa disebut batal jika yang dimasukkan ke dalam rongga hidung, tenggorokan atau bagian tubuh lainnya adalah cairan yang bertujuan untuk menghapus dahaga atau kelaparan. Namun jika tujuannya untuk menghentikan laju covid 19 di dalam tubuh justru hal ini lebih besar manfaatnya dari mudaratnya dan disebut tidak membatalkan puasa yang bersangkutan.

“Dengan demikian, agama Islam melihat upvaya vaksinasi merupakan itikad untuk menyembuhkan penyakit dan wajib hukumnya,” jelasnya.

Ustadz Syamsul Bahri juga mengungkap untuk mencerna dan menjernihkan kesimpang siuran dalil dan hukum agama soal vaksinasi dan rapid test, masyarakat haruslah merujuk pada ahli dan pakar agama yang memang berkompeten. Jangan sampai masyarakat menelan mentah mentah, informasi keliru dari media sosial atau pengaruh lainnya. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00