Pilkada Kalteng Resmi Didaftarkan ke MK

KBRN, Palangka Raya : Tim Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) nomor urut 01, Ben Brahim Sion Bahat dan Ujang Iskandar resmi mengajukan gugatan sengketa Pilkada Kalteng ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Selasa (22/12/20), setelah pada rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara akhir oleh KPU Kalteng dinyatakan memperoleh suara terendah dibandingkan paslon nomor urut 02, Sugianto Sabran dan Edy Pratowo.

Menurut Calon Gubernur Kalteng, Ben Brahim Sion Bahat kepada sejumlah awak media, gugatan ke MK merupakan dorongan dari tokoh  agama, alim ulama, tokoh masyarakat serta masyarakat Kalteng yang menganggap telah terjadi dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) sehingga mencederai nilai demokrasi.

"Negara kita berdasarkan konstitusi, oleh karena itu kami didukung oleh sejumlah tokoh agama, alim ulama dan tokoh masyarakat serta masyarakat, resmi mendaftarkan gugatan ke MK hari ini. Sekali lagi, ini semua bukan kehendak Ben dan Ujang tapi masyarakat yang menghendaki perubahan," tambah Ben

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur, Ujang Iskandar menegaskan, gugatan ini dilakukan bukan berarti tidak legawa menerima hasil keputusan dari KPU, tetapi merupakan hak konstitusional yang telah dijamin oleh undang-undang. Dirinya juga berkeyakinan, apabila paslon lain pasti akan melakukan hal serupa apabila berada diposisi pihaknya.

"Perlu saya jelaskan, bahwa kami melakukan gugatan ini, bukan berarti kami tidak legawa. Tapi ini adalah konstitusi. Ini perlu dipahami oleh masyarakat. Misalnya saja, kami yang meraih 51 persen, pasti mereka gugat juga. Ini masalah konstitusi bukan kami memaksakan kehendak," imbuhnya.

Ujang menambahkan, tim hukum telah mempersiapkan segala sesuatunya di Jakarta, sehingga informasi yang berhubungan dengan segala tahapan di persidangan, hingga siapa saja yang menjadi saksi, akan selalu diinformasikan kepada masyarakat Kalteng.

Sementara itu, Tim Sukses Pemenangan Paslon nomor urut 02 Bidang Humas dan Media, Yurikus Dimang kepada RRI, menilai proses demokrasi di Kalteng sudah berjalan dengan baik dan aman. Dalam hal ini, penyelenggara pilkada telah menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan aturan.

Oleh karena itu, Yurikus meminta agar paslon nomor urut 01 legawa menerima keputusan KPU. Meski demikian, Yurikus mempersilahkan saja hasil perhitungan dibawa ke MK lantaran hak konstitusional yang sudah diatur oleh undang-undang.

"Karena demokrasi kita ini berdasarkan aturan, sehingga teratur dan berjalan dengan baik dengan menghasilkan peserta dan pemenang pemilu. Kebetulan kami dari paslon nomor urut 02 sudah jauh-jauh hari melakukan rekapitulasi, namun secara aturan resmi kan dari KPU. Masalah menang kalah itu sudahlah, lebih baik kita kembali bersatu. Saya berharap kedua paslon ini bisa kembali bersama membangun Kalteng," ungkapnya.

Seperti diketahui, paslon nomor urut 02, Sugianto Saran dan Edy Pratowo sebagai peraih suara terbanyak dengan persentase 51,60 persen atau 536.128 suara. Sedangkan paslon nomor urut 01 Ben Brahim Sion Bahat dan Ujang Iskandar meraih 48,40 persen atau 502.843 suara dengan selisih suara 3,20 persen atau 33.285 suara. Rapat pleno terbuka rekapitulasi sendiri digelar selama dua hari, 18 hingga 19 Desember lalu di Palangka Raya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00