FOKUS: #PILKADA 2020

Hasil Resmi Pilkada Kalteng Digugat ke MK

KBRN, Palangka Raya : Perhitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) rampung 100 persen. Pihak KPU Kalteng menetapkan pasangan calon nomor urut 02, Sugianto Sabran dan Edy Pratowo sebagai peraih suara terbanyak dengan persentase 51,60 persen atau 536.128 suara. Sedangkan paslon nomor urut 01 Ben Brahim Sion Bahat dan Ujang Iskandar meraih 48,40 persen atau 502.843 suara dengan selisih suara 3,20 persen atau 33.285 suara. Rapat pleno rekapitulasi KPU Kalteng sendiri digelar selama dua hari, 18 hingga 19 Desember di Palangka Raya.

Menyikapi hasil perhitungan manual tersebut, Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 01, Sriosako kepada RRI menegaskan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan materi gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI, mengingat berdasarkan peraturan saat ini, batasan persen agar bisa melakukan gugatan, sudah tidak berlaku lagi dan selama proses perhitungan suara oleh KPU, tim paslon sudah berada di Jakarta untuk mendaftarkan gugatan.

Sriosako pun menduga telah terjadi pelanggaran terstruktur dan masiv yang dilakukan oleh paslon nomor urut 02, bahkan dilakukan sebelum tahapan pilkada dimulai, sehingga beberapa bukti tersebut akan disampaikan nantinya di dalam materi gugatan.

"Sejak awal kita sudah mempersiapkan itu. Tim kita saat ini sudah berada di Jakarta. Pada saat ini perhitungan masih berlangsung dan kita sudah masukan laporan ke Mahkamah Konstitusi. Kalau penduduk Kalteng ini sekitar 2,5 juta itu berarti 1,5 persen tapi aturan itu sudah tidak berlaku lagi di MK. Ada aturan baru bahwa MK tidak melihat itu, jadi selama masih ada bukti kecurangan," tambah Sriosako, Sabtu (19/12/20)

Sementara itu di tempat terpisah, Tim Sukses Pemenangan Paslon Nomor Urut 02 Bidang Humas dan Media, Yurikus Dimang mengatakan, pelaporan ke MK merupakan hak dari setiap warga negara. Namun, jika mengacu kepada hasil perhitungan akhir KPU, memang paslon Sugianto Edy unggul 3 persen lebih dari paslon nomor urut 01 dan hal ini tidak bisa  terbantahkan.

Yurikus juga menyarankan kepada tim paslon nomor urut 01 agar legawa menerima hasil akhir tersebut dan kembali bersatu untuk membangun Kalimantan Tengah karena tanpa adanya persatuan dan kesatuan, mustahil seorang diri bisa mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera.

"Segala sesuatunya berdasarkan aturan. Silahkan saja ke MK jika memang ada bukti. Tapi kami yakin dan pastikan tidak ada kecurangan. Seperti pemungutan suara ulang kan sudah dilaksanakan di beberapa TPS, juga kami berkeyakinan semua tahapan dari kampanye sudah sesuai dengan aturan," ungkapnya.

Meskipun perhitungan KPU bersifat final, tapi belum sepenuhnya mengikat. Apabila salah satu paslon mengajukan gugatan ke MK, proses tahapan Pilkada Kalteng akan terus berjalan hingga palu hakim diketok menandakan sengketa sudah berakhir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00