FOKUS: #PILKADA 2020

Kemungkinan Gugatan Pilkada, Harus Ikuti Prosedur

KBRN, Palangka Raya : Pemungutan suara Pilkada Kalimantan Tengah telah usai. Proses penghitungan masih berjalan. Walau demikian masih ada dinamika dan perkembangan situasi terutama dari pihak yang kalah. Terlebih kemungkinan upaya dari kubu yang kalah untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Kepada RRI, salah satu anggota DPRD Kalteng, Sudarsono , Selasa (15/12/2020) mempersilahkan jika ada pihak yang melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Semua ada mekanisme terlebih dalam dunia demokrasi sudah disiapkan bagi yang merasa belum bisa menerima dan memenuhi persyaratan untuk digugat.  

“Namun ia mengingatkan jika dibawa ke MK apapun hasilnya harus dan wajib diterima semua pihak dan membawa situasi kembali ke seperti biasa,” jelasnya.

Sementara itu, seorang pengamat sosial Universitas Palangka Raya , Ferry Setiawan mengatakan,   kemungkinan gugatan bisa dilayangkan jika kekalahan berada di ambang di bawah 1,5 persen.  Ferry juga memandang,  usaha dari yang pihak yang kalah sangat  wajar secara demokrasi. Namun keputusan itu dikembalikan ke masing masing terutama kalau  merasa dicurangi.

“Mereka  bisa melayangkan gugatan dan diharapkan mereka juga bisa menerima segala keputusan mahkamah Konstitusi dengan baik,” jelasnya.

Memang dalam proses demokrasi upaya untuk mengajukan gugatan adalah hal yang wajar. Namun tentunya semua harus dilakukan dalam koridor dan aturan main yang benar. Jangan sampai upaya gugatan ini menimbulkan perselisihan plitik berkepenjangan. (NATA).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00