Masyarakat Dayak Kalteng Tolak FPI Serta Paham Radikal

KBRN, Palangka Raya : Penolakan terhadap organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) serta berpaham radikal lainnya digaungkan oleh sejumlah ormas Dayak Kalimantan Tengah. 

Koordinator Ormas Dayak, Yonatan Rin menegaskan, masyarakat di Kalimantan Tengah, sangat menjunjung kedamaian, kerukunan dan saling menghormati. 

Oleh karena itu, tidak ada perdebatan terkait suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di Kalteng. Ia berharap, situasi ini bisa bertahan serta siapa saja yang datang dan berusaha di Kalteng, harus senantiasa menjunjung Falsafah Huma Betang  dan siapa saja menerapkan hal tersebut, pasti diterima dengan tangan terbuka.

Atas nama seluruh masyarakat Kalteng, dirinya dengan tegas juga menolak keberadaan FPI. Tidak saja FPI, seluruh ormas yang radikal dan bertentangan dengan Pancasila.

"Kami juga mendukung langkah pihak aparat dalam menindak tegas setiap ormas yang merusak bangsa. Kami di Kalteng ini hidup dengan aman dan damai, sehingga jangan diusik dengan sikap intoleran," imbuhnya. 

Sementara itu, tokoh muda adat Dayak Daerah Aliran Sungai Barito, Ingkit Djaper mengatakan, dalam pernyataan sikap yang disampaikan melalui orasi, pihaknya  memberikan pesan agar ormas seperti FPI dan ormas berpaham radikal jangan berani-berani hadir di Kalteng, karena secara tegas sudah ditolak. 

"Kita tegaskan, jangan berani-berani memecah belah di Kalteng. Kami menolak FPI bahkan paham radikal lainnya. Kalteng aman dan damai jangan diusik oleh segelintir orang berpaham radikal," imbuhnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00