Debat Putaran Terakhir Paslon Pilkada Kalteng Diundur, Rabu 02 Desember 2020

KBRN, Palangka Raya : Perubahan jadwal debat terakhir paslon Pemilihan Kepala Daerah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dinilai sesuatu hal wajar, karena pada debat pertama dan kedua lalu, peserta debat tidak lengkap lantaran hal teknis yang disepakati

Salah satu Pengamat Politik di Palangka Raya Irwani mengatakan, acara debat tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, guna melihat visi dan misi dari kedua calon pemimpin yang akan masyarakat  pilih pada 9 Desember mendatang.   Debat putaran kedua, tanpa dihadiri salah satu paslon, memang terasa tidak lengkap dan kurang berimbang, pasalnya masing masing kepala daerah memiliki terobosan masing masing yang tujuannya sama, memajukkan Provinsi Kalimantan Tengah, dan mampu menyelesaikan persoalan dampak dari covid 19.

“Kalau dari paslon no 1 pasangan ben-ujang mengusung tagline pemimpin perubahan melalui kebijakan kartu kalteng sejahtera, sedangkan paslon no 2 pasangan sugianto-edy mengusung kalteng semakin berkah, dengan visi besar memaksimalkan sektor pertanian di kalteng khususnya kawasan food estate, harus mampu dijabarkan secara sederhana, agar masyarakat paham terhadap visi keduanya,” Kata Irwani kepada RRI Jum’at (27/11/20)

Di tempat terpisah, Komisioner KPU Kalteng Wawan Wiratmaja memastikan jadwal akan berlangsung hari Rabu tanggal 2 Desember2020. Perubahan jadwal yang semula tanggal 28 November tersebut, tidak ada kaitannya dengan kondisi kesehatan paslon no urut 2 H Sugianto Sabran, tetapi ada hal teknis yang perlu dibahas oleh dua paslon menuju kata sepakat.

“Nantinya acara debat akan disiarkan secara langsung oleh televisi lokal dan Radio Republik Indonesia Palangka Raya, dan masyarakat di sejumlah Kabupaten juga dapat memantau di media sosial lewat fecebook maupun youtube ,milik KPU Kalteng, acara debat akan di Moderatori oleh prensenter senior Herdina Suherdi, di salah satu hotel Palangka Raya, debat putaran ketiga mengusung tema reformasi birokrasi, penegakkan hukum dan kualitas pelayanan publik Kalimantan Tengah,” katanya.

Wawan berharap pelaksanaan debat terakhir, dapat berjalan kondusif dan tertib sesuai ekspektasi masyarakat Kalteng, tak kalah lebih penting jawaban dari kedua paslon tidak menjurus pada aib atau keburukan pribadi paslon, tetapi sesuai dengan tema yang akan diusung. Agar partisipasi pemilih dalam Pilkada Kalteng tahun ini, jauh lebih meningkat, meskipun di tengah pandemi covid 19, dan tercapainya target secara nasional sebanyak 70 persen lebih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00