Prestsi Besar Bagi Bawaslu, Bisa Cegah Paslon PIlgub Kalteng Melakukan Pelanggaran.

KBRN, Palangka Raya : Bawaslu Kalimantan Tengah mengajak seluruh paslon pilkada, dapat memilih kampanye daring daripada tatap muka, mengingat sebaran pasien positif covid 19 terus meningkat, bahkan terbaru jumlahnya sekarang, tembus diangka 3 ribu orang lebih.

Koordinator Divisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Tengah Siti Wahidah mengatakan, tugas utama Bawaslu melakukan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran, Manakala dilapangan, personil Bawaslu berhasil mengingatkan tiap paslon terjebak dalam pelanggaran, maka dinilai sebagai prestasi besar. Namun untuk memaksimalkan pengawasan, peran organisasi masyarakat sipil dan media sangat diharapkan, guna mewujudkan pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020 dan terpilihnya pemimpin yang berkualitas.

“Untuk mewujudkan pemilu berkualitas jauh dari pelanggaran berat yang dapat berakibat diskualifikasi bagi peserta pemilu, Bawaslu bersinergi dengan media sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dari mulai pendaftaran, kampanye hingga proses pencoblosan,” kata Wahidah kepada RRI Kamis (22/10/20)

Sementara itu di tempat terpisah, menyikapi pelanggaran yang dilakukan dua paslon pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah baik oleh Sugianto Sabran  Dan Ben Brahim. Anggota Sentra Gakumdu Dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Radot Parulian, SH,MH mengatakan, sejauh ini laporan yang diadukan masih berkaitan dengan pelanggaran protokol kesehatan, kedua paslon lebih sering melakukan kampanye tatap muka daripada daring, padahal resikonya dapat muncul klaster baru covid 19. Dan masyarakat bisa ikut melaporkan pelanggaran pilkada, selama dilengkapi dengan bukti formil dan materil yang kuat.

“Kami berharap, tim sukses dari kedua paslon, bisa lebih kreatif dalam berkampanye, salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan tehnologi saat ini, karena dinilai lebih aman dari tertular virus mematikan,  dan tingkat efektifitasnya lebih cepat sampai kepada masyarakat, apapun visi yang diusung upayakan lebih banyak membicarakan program pembangunan dan penyelesaian tiap masalah, hindari sedini mungkin kampanye hitam, apalagi yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras dan golongan,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00