17 Ribu Warga Palangka Raya, Terancam Kehilangan Hak Suara

KBRN, Palangka Raya : Sejak penerapan reformasi pelayanan di kantor Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil hasilnya cukup efektif, saat ini perekaman hingga pembuatan KTP lebih cepat, karena petugas menjanjikan paling lama 3 hari dapat diselesaikan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya Afendi kepada RRI. Dikatakan, sebaran jumlah masyarakat kota Palangka Raya yang wajib melakukan perekaman di 5 kecamatan yakni Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Rakumpit Dan Sebangau sebesar 192 ribu 756 jiwa, dari proses perjalanan, masyarakat sudah melakukan perekaman berjumlah 164 ribu 397, belum merekam sama sekali 28 ribu 359 orang, sudah tercetak baik yang sudah diambil dan belum 175 ribu 556 jiwa.

“Dari total tersebut, yang belum memiliki data kependudukan dikarenakan terkendala jarak dan waktu  tersisa 17 ribu 190,” kata Fendi kepada RRI Rabu (21/10/20).

Untuk itu, upaya Dukcapil dalam mengejar belum 100 persen perekaman, melakukan jemput bola ke daerah yang diduga warganya banyak belum melakukan perekaman, salah satunya di Kecamatan Rakumpit. Ditargetkan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur Kalteng, 17 ribu penduduk yang belum mendapatkan KTP, minimal sudah melakukan perekaman, agar mendapatkan surat keterangan sebagai syarat mencoblos.

Disamping itu, Disdukcapil juga gencar bersinergi dengan seluruh camat hingga lurah, agar ikut menyuarakan percepata perekaman, caranya bisa menggerakan peran pengurus RT, untuk menginformasikan kepada setiap warganya, dapat segera mengurus data kependudukan, karena pelayanan sekarang lebih cepat, daripada sebelumnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00