Genjot Partisipasi Pemilih, Tantangan Pilkada Selama Pandemi

KBRN, Palangka Raya : Menggelar pilkada selama pandemik memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara. Di tengah partisipasi yang semakin menurun dan apatisme masyarakat yang kian menguat, penyelenggara pemilu dituntut untuk kreatif dan bekerja keras agar pemilu kali ini mampu menarik perhatian khalayak.

Kepada RRI, pengamat politik dan pemerintahan Palangka Raya, Jovano Palenewen, Sabtu (17/10/2020)  mengatakan, melaksanakan pilkada Kalteng di tengah pandemic covid 19 mau tak mau mengajak penyelenggara seperti KPU harus ekstra bekerja keras untuk menggaet pemilih. Pihak penyelenggara diminta mampu memberikan stimulasi dan pendidikan politik untuk mengajak masyarakat datang ke TPS. Ia menyebut saat ini  tingkat partisipasi pemilih dan antusiasme warga untuk ikut dalam perpoloitikan sangat rendah . Inipun harus ditambah lagi situasi pilkada dilakukan di  tengah pandemic covid 19 . Tentu ini akan menjadikan tantangan tersendiri dan menuntut pihak penyelenggara untuk kreatif dan inofatif dalam rangka sosialisasi  dan edukasinya.

“Dalam hal ini, KPU bisa saja bekerja sama dengan pihak Perguruan Tinggi, Lembaga sosial Masyarakat atau LSM untuk melakukan upaya edukasi”, jelasnya.

Sementara itu, Jovano juga mengatakan perlu adanya pengawasan yang kuat yang tak hanya dilakukan oleh Bawaslu. Masyarakat haruslah diajak untuk berperan serta dalam upaya pengawasan agar pemilu  berjalan lebih baik. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00