Ketegas Penertiban APS dan APK Pilkada

KBRN, Palangka Raya : Setiap menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA), selalu ada problem dalam menjalankan tahapan seperti tahapan kampanye salah satunya pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialisasi (APS), tidak sedikit APK dan APS dipasang tidak sesuai aturan yang berlaku, baik itu jumlah APK yang tidak seimbang maupun peletakan APK tidak sesuai zonasi  yang disepakati, pertanyaannya apakah sudah dilakukan penertiban terkait hal ini termasuk tindakan tegasnya, khususnya terhadap APK yang melanggar aturan.

Menurut Tim Penertiban APS dan APK Pilkada, dalam hal ini Ketua Bawaslu Kalteng, Satriadi menjelaskan jika ada APS dan APK Pilkada yang melanggar aturan, tentu akan ditertibkan dan ditindak, ditertibkan sesuai prosedur yang berlaku.

"jika ada APK paslon yang melanggar aturan, baik dari segi desainnya, besar kecil logonya tidak sesuai aturan Bawaslu akan menyurati KPU, lalu KPU akan menyurati tim sukses atau tim kampanye paslon yang bersangkutan, agar mereka yang menertibkan sendiri APK nya sesuai aturan,"jelas Satriadi, Kamis (15/10/2020).

Sementara Pengamat Politik, Jovano Palanewen, mengatakan sanksi yang patut diberikan terhadap paslon yang tidak mematuhi aturan berkampanye dalam hal ini pemasangan APS dan APK Pilkada, adalah sanksi yang ketat yaitu sanksi secara tertulis, secara administrasi serta mencabut APK dan APS yang ada.

"Ku rasa Bawaslu harus tegas memberi sanksi kepada paslon yang melanggar aturan dalam berkampanye, soalnya jika sanksi tidak diterapkan secara tegas, tentu akan ada konflik dalam pilkada,"tegasnya. 

Alat Peraga Kampanye merupakan media untuk memperkenalkan diri para paslon dan menyampaikan visi misi para paslon yang maju dalam pilkada 2020 kepada khalayak umum, sihingga masyarakat dapat mengetahui siapa paslon yang maju pada pilkada dan mengetahui visi misi para paslon tersebut. diharapkan Bawaslu dan KPU harus adil memberi kesempatan kepada paslon dalam hal pemasangan APK ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00