Pemuda Palangka Raya Terpapar Paham Radikalisme dari Internet

KBRN, Palangka Raya : Pelajar dan pemuda menjadi kalangan yang paling rentan terpapar radikalisme. Pasalnya,  paling dekat dengan internet.

Kondisi tersebut, memudahkan para penyebar paham radikalisme, untuk mempengaruhi mereka agar mengikuti dokrin menyimpang. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPR RI utusan Kalimantan Tengah, Willy Midel Yosef.

Menurut Willy, dalam upaya pencegahan, menjadi tugas dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sehingga BNPT diharapkan  bisa terus mensosialisasikan pemahaman tentang nilai-nilai pancasila.

"Saya mewakili masyarakat Kalteng duduk di komisi VII bidang riset dan teknologi. Jadi saya sangat menaruh perhatian terhadap penggunaan teknologi saat ini," tambah Willy.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agus Pramono menjelaskan, pencegahan terorisme tidak bisa hanya mengandalkan aparat saja, sehingga dibutuhkan peran serta dari masyarakat, terutama orangtua, sebagai bagian terpenting dalam memberikan informasi yang benar kepada anak-anaknya.

Agus juga mengakui, bagaimana di tahun 2019, terdapat pemuda di Palangka Raya terpapar terorisme karena terpengaruh paham radikalisme dari Aceh dan hal tersebut didapatkan dari internet.

"Kita berharap orangtua, guru dan tenaga pendidik serta masyarakat, bisa bersama melakukan pencegahan, khususnya di Kalteng dengan memberikan pemahaman tentang hidup berpancasila," ungkapnya, akhir pekan ini.

Pemerintah Provinsi ditambahkan  Agus, akan terus melakukan upaya pencegahan dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar sosialisasi tentang paham yang benar, bisa merambah ke sasaran yang lebih luas.

Hai itu untuk memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa paham radikalisme bisa mengancam keutuhan negara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00