Fraksi DPRD Kalteng Setujui Raperda Penyertaan Modal Bank Kalteng Senilai Rp 698 Miliar

KBRN, Palangka Raya : Sempat diskors selama 10 menit lantaran anggota yang hadir tidak memenuhi syarat, karena dari 45 anggota dewan aktif, hanya 19 orang yang hadir, akhirnya DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, menyetujui Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang penambahan penyertaan modal PT Bank Kalteng, salah satunya untuk mewujudkan pembangunan Kantor Pusat Bank Kalteng di lahan hibah milik pemerintah di lingkungan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga dan KONI Kalteng sekitar Bundaran Besar, Palangka Raya. 

Persetujuan anggota DPRD tersebut pada Rapat Paripurna dengan agenda pandangan umum Fraksi, Senin (14/9/20). Seluruh Fraksi mengungkapkan setuju raperda tersebut dibahas lebih lanjut pada alat kelengkapan DPRD. 

Meski demikian, ada beberapa catatan dari Fraksi Golkar terkait tidak adanya pembentukan Bank Kalteng Syariah seperti bank konvensional lainnya di Indonesia. 

Menurut Juru Bicara Fraksi, Siti Nafsiah, hampir 73 persen, masyarakat Kalteng beragama Islam, namun di tubuh Bank Kalteng tidak terbentuk pengelolaan perbankan secara syariah.

"Data dan fakta menunjukan bahwa lebih dari 73 persen masyarakat Kalteng beragama Muslim. Sehingga penduduk mayoritas tersebut akan lebih aman dan terjamin apabila mereka bertransaksi dan berinvestasi melalui bank umum syariah," tambah Siti. 

Sementara itu, dari Fraksi Partai Demokrat melalui Juru Bicara, Muhajirin menekankan agar penyertaan modal untuk Bank Kalteng harus dilakukan secara cermat  dan penuh  kajian lebih mendalam. Sehingga nantinya tidak membebani defisit anggaran. 

Selain itu,  dengan adanya penambahan modal, diharapkan Bank Kalteng bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik dari segi tatap muka maupun secara digital.

"Penyertaan modal diharapkan untuk menunjang operasional dan bisnis Bank Kalteng dalam mengembangkan diri menjadi perusahaan profesional yang dapat menciptakan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan laba perusahaan," pungkasnya. 

Fraksi Demokrat juga mendorong agar pembangunan gedung baru di lahan hibah milik pemerintah agar secepatnya terealisasi, sehingga Bank Kalteng mampu bersaing dengan bank konvensional lainnya di Indonesia. 

Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada PT Bank Kalteng akan diatur penambahan modal, baik uang dan barang dengan total Rp698 miliar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00