Pemilih Pilkada Masih Terganjal Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Ajak Warga Urus Pindah Domisili

KBRN, PALANGKA RAYA : Salah seorang Anggota DPRD Kota Palangka Raya Riduanto menyebut, tingkat partisipasi dari masyarakat dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah pada bulan Desember mendatang  akan sama dengan pilkada lima tahun sebelumnya, lantaran ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat enggan untuk menggunakan hak pilihnya tersebut, misalnya terkait masalah administrasi kependudukan.

Lebih jauh Riduanto mencontohkan, misalnya seseorang telah berpindah dari domisili dari kecamatan Pahandut ke Jekan Raya, namun identitasnya masih tercatat di alamat yang lama. Tentu orang tersebut harus mencoblos sesuai alamat sebelumnya. 

“Padahal kenyataanya telah  memiliki alamat yang baru. Sehingga timbul rasa malas mencoblos karena jauh, tentunya hal ini berpengaruh dengan tingkat partisipasi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bisa dipastikan angka persentase pilgub mendatang, tidak akan berbeda dengan sebelumnya,” tambah Riduanto.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya, Afendie meminta masyarakat yang berpindah domisili, agar segera melakukan pembaharuan identitas, guna memudahkan pemerintah dalam melakukan pendataan.

Apalagi saat ini, ditambahkan Afendie, Disdukcapil telah meluncurkan program kepengurusan sehari langsung jadi dengan melibatkan semua pegawai dalam melakukan pelayanan dengan tujuan tidak ada lagi penumpukan dokumen milik masyarakat yang mengurus adminduk.

“Kartu keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran dan data kependudukan lainnya saat sangatlah penting untuk berbagai keperluan, sehingga kami tidak ingin mempersulit warga,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00