Kompleksnya Kondisi Geografis Kalteng Jadi Potensi Kerawanan Pilkada 2020.

KBRN, Palangka Raya : Kondisi geografis Provinsi Kalimantan Tengah yang sangat luas, dan belum meratanya infratuktur di  pedalaman disebut menjadi salah satu potensi kerawanan pelaksanaan pilkada 2020. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya baik dari unsur TNI, POLRI hingga pegawai kecamatan dan kelurahan untuk mendukung kelancaran pilkada menjadi hal sangat penting.

Kepada RRI, Ketua Bawaslu Kalimantan Tengah, Satriadi , Kamis (25/06/2020) mengungkap kondisi geografis Kalteng dimana masih banyak daerah rawa, hutan dan pedalaman menjadi salah satu potensi kerawanan pilkada. Banyak warga di pelososk dan pedalaman berkemungkinan  untuk tidak terakomodir suaranya akibat belum tersedianya akses, tenaga dan prasarana yang mencukupi. Sementara di satu sisi, prinsip pemilu yang dijunjung oleh penyelenggara yakni menjamin semua suara terakomodir walaupun hanya satu warga. Dengan terbatasnya akses dan sarana transportasi dibanding dengan luas dan kompleksnya kondisi geografis tentu perlu upaya dan langkah strategis menjamin suara warga terakomodir. Diantaranya dengan memberdayakan seluruh petugas Polri, TNI hingga pegawai kecamatan dan kelurahan.

“Upaya untuk  memberdayakan sarana tranportasi seperti perahu, kapal ataupun truk ke pedalaman tentu membutuhkan biaya dan tenaga yang lebih besar yang perlu diperhatikan, “ jelasnya.

Lebih jauh, Satriadi juga mengungkap kompleksnya kondisi geografis Kalteng juga akan banyak menimbulkan kerawanan soal upaya sosialisasi, edukasi atau upaya kampanye agar terdengar hingga pelosok. Dengan demikian,  penyelengaraan pemilu di Kalimantan tengah memang memerlukan sumber daya ekstra dan dukungan yang lebih agar berjalan sukses. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00