Peran Asosiasi Atasi Kenaikan Harga Daging Jelang Natal dan Tahun Baru

KBRN Palangka Raya : 3 minggu kedepan umat nasrani  akan merayakan natal kenaikan sejumlah barang pokok khususnya daging sapi dan unggas sudah terjadi dimana pantuan RRI daging ayam potong saat ini telah diangka 43 ribu rupiah perkilogram sementara itu untuk daging ayam kampung telah mencapai harga 75 ribu rupiah perkilogramnya,sementara itu daging beku masih dikisaran 80 ribu per kilogram  sedangkan harga daging sapi dikisaran  harga 120 ribu rupiah perkilogram.

  Dokter Hewan  Eko Hari Yuwono Kepala seksi Kesehatan Hewan Dinas  Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya  kepada RRI  Jumat (061219) mengatakan saat ini jumlah Rumah Potong Hewan-RPH  yang resmi dan bersertifikat NKP  di Kota Palangka Raya berjumlah  APPTS   berjumlah 13 orang.

  Perhari pemotongan sapi untuk konsumsi masyarakat Kota antara 10 hingga 13 ekor  dan untuk hari besar keagamaan H-2 pemotongan sapi akan meningkat 3 kali lipat hingga 30 ekor dan juga mendapat bantuan bulog Kalteng sejumlah daging beku.’’ Untuk Perayaan natal dan tahun baru 2019 stok daging sapi telah mencukupi karena ada bantuan bulog drive Kalteng dengan penyediaan daging beku.” Eko Hari Yuwono

  Sementara itu Dokter hewan Ganjar Priyatno  JFU Pengawasan  dan  Pengendali Penyakit Hewan Dinas  Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya  menambahkan untuk pasokan unggas menjelang hari besar keagamaan bisa mencapai  50 ribu ekor ayam di H-2  dengan berat rata rata 1,8 hingga 2 kilogram /ekor , sementara itu untuk hari biasa  hanya  25 hingga 30 ribu  ekor ayam namun stok mendapat tambahan pula dari pihak asosiasi unggas hingga mencapai 500 ribu ekor.” Untuk stok daging unggas jelang natal tahun 2019  mencukupi bahkan lebih karena telah mendapat bantuan dari asosiasi unggas.” Terang Ganjar Priyatno

Ganjar dan Eko mengharapkan masyarakat dapat jeli membeli ayam dan sapi khususnya pada hari besar keagamaan agar tidak salah pilih atau membeli daging yang tidak segar.(bella)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00