Hadapi PON, Tim Panahan Latihan Secara Kontineu

KBRN, Palangka Raya : Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Kalimantan Tengah Ade Supriadi sangat mengharapkan seluruh atlet panahan yang loos Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021, agar melakukan latihan secara kontineu serta dipantau para pelatih.

"meskipun pandemi covid19 masih melanda Kalteng, latihan tetap dilakukan baik secara mandiri maupun latihan bersama dilapangan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan,"ungkap Ade Supriadi, Senin (01/02/21).

Menurut Mantan Anggota DPRD Kalteng ini, kondisi kesehatan atlet sejauh ini dalam keadaan sehat, seluruh atlet diharapkan juga menjaga kondisi kesehatanya masing-masing, jangan sampai teledor merugikan diri sendiri.

"mulai januari ini hingga Oktober nanti atlet tetap selalu sehat, jangan sampai sakit, terapkan 4 M memakai masker, mencuci tangan, menjaga jararak, menjauhi kerumunan agar terhindar dari covid,"harapnya.

Tim Panahan Kalteng akan diperkuat atlet yang berpengalaman ditingkat internasional yang baru meraih prestasi disea games lalu yaitu Linda Lestari dkk, diharapkan linda dkk dapat berbagi pengalaman dan ilmu terhadap temannya atlet juniornya yang turut memperkuat skuat tim kalteng menuju even empat tahunan nanti di Papua.

Sementara, Pelatih Panahan Kalteng, Ahmadi mengatakan Linda Lestari Atlet senior yang berpengalaman ditingkat internasional ini menyatakan siap memperkuat tim Kalteng menghadapi Pon Papua 2020 ini, tentu akan kembali berlatih bersama dengan atlet lainnya.

"Saya sangat yakin tim Kalteng berpeluang meraih medali di PON mandatang,"cetusnya.

Seperti diketahui, Kalimantan tengah telah meloloskan 17 cabang olahraga ke Pekan Olahraga Nasional PON Papua 2021, diantaranya cabor  Panahan, menembak, sepak takraw, atletik, binaraga, billiard, voli pasir, balap motor, catur, bulutangkis, panjat tebing, dayung, sepakbola putri, tinju, Cabor Soft ball, dan anggar, seluruh cabor ini mengharapkan pelatda segera dilaksanakan demi pencapaian target medali di PON.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00