Liga 2 Indonesia Ditunda, Kalteng Putra Memilih Tidak Latihan

KBRN, Palangka Raya : Kompetisi Liga 2 Indonesia dihentikan pelaksanaannya, karena masih tingginya kasus covid ditanah air. hal ini membuat seluruh klub yang bertengger di liga 2 putar otak untuk memikirkan nasib pelatih dan pemainnya, seperti Kalteng Putra memilih tidak latihan selama pandemi cobid19 masih tinggi disamping itu juga selama belum ada perintah dari pihak manajemen untuk melakukan persiapan, maka tim pun tidak akan turun lapangan untuk lakukan latihan.

Kepala pelatih Kalteng Putra, Eko Tamamie pihaknya sangat mendukung pemerintah melalui PSSI yang menunda pelaksanaan Liga 2, semua itu ada baiknya dalam hal ini untuk pencegahan penyebaran covid19 klaster olahraga.

"alasan ditunda liga karena tidak ada izin keramaian dari kepolisian, juga dikarenakan kasus covid19 di indonesia masih tinggi,"sebut Eko Tamamie, Kamis (21/01/21).

Menurutnya jika dipaksakanpun liga 2 terlaksana lalu ada klaster baru dibidang olahraga, ini yang menjadi pertimbangan bagi pelaku olahraga, karena disepakbola jika pemain itu dapat menggolkan akan ada selebrasi tanpa disadari berpelukan, tos tangan, dll. meskipun pertandingan tanpa penonton.

"Untuk nasib para pemain, dia yakin manajemen sudah memikirkan hal itu, yang penting pemain diharap bersabar hingga menunggu kabar dari PSSI kapan liga 2 ini digelar,"ucapnya.

Sementara, Anggota Asprov PSSI Kalimantan Tengah, Hatir S.Tarigan menilai ditundanya pelaksanaan liga 2, ada baiknya. KALTENG PUtra dapat mempersiapkan tim Nya lebih baik lagi kedeoan menghadapi liga, dengan target lolos ke liga 1, dengan waktu yang panjang ini diisi latihan secara intens, guna menjaga kesehatan, mengasah skill dan kekompakan tim. 

"Jangan jadikan kondisi ini menjadi mengurangi semangat para pemain,"tutupnya.

Menurut informasi kompetisi liga 2 dilaksanakan awal tahun 2021, namun sejauh ini pihak PSSI belum mengumumkan kapan kompetisi liga 2 ini digelar, sehingga seluruh klub mau tidak mau harus bersabar sampai jadwal dikeluarkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00