KONI Kalteng Sayangkan Penolakan Bermain Pada Menit Terakhir

KBRN, Palangka Raya : Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kalimantan Tengah (Kalteng) Elbadi Fardian, menanggapi larangan bertanding atlet bulutangkis andalan daerah, Muhammad Sultan Nurhabibulah Mayang akibat sanksi dari PBSI atas dugaan pencurian umur. Menurutnya, beberapa bulan yang lalu permasalahan ini sudah tuntas.

Dikatakan Sekum KONI Kalteng, pihak Pengprov PBSI sudah berkoordinasi dan tembuskan surat ke KONI dan dianggap sudah selesai. Namun dirinya sangat menyayangkan, ketika di detik-detik akhir saat technical meeting cabang olahraga bulu tangkis, kejadian 2 tahun yang lalu diungkit kembali oleh panitia, padahal sebelumnya permasalahan sudah dianggap selesai.

"Kok kalau mau protes harus setor dulu 50. Mestinya harus tertera dulu jika mau protes harus setor 50. Harus diedarkan ke daerah, ini tidak. Selanjutnya saya juga menyayangkan pemeberitahuan tidak boleh Sultan bertanding itu di menit-menit akhir. Itu sebenarnya tidak boleh. Itu namanya menzolimi orang lain. Jadinya terstruktur mereka sepertinya agar Sultan tidak bisa bermain," ujarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00