PBSI Tidak Melarang Atlet Kalteng Bertanding

KBRN, Palangka Raya : Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalteng maupun Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalteng, sudah mencoba berbagai upaya, dalam memperjuangkan atlet bulutangkis andalan Kalteng, Muhammad Sultan Nurhabibulah Mayang agar bisa berlaga dalam PON Papua beberapa waktu lalu. Namun tetap mendapatkan penolakan bertanding.

Menurut Ketua Umum Pengprov PBSI Kalteng, Sugiyanto, kendala pihaknya hanya penolakan bertanding karena adanya sanksi dari Pengurus Pusat (PP) PBSI atas dugaan pencurian umur beberapa tahun lalu. 

Dijelaskan Sugiyanto, berdasarkan acuan di Technical Hand Book (THB) buku pedoman teknik pertandingan, tertera juga atlet yang mendapatkan sanksi dilarang tampil di PON ke- XX.

Padahal kata Sugiyanto, dengan jelas surat yang dikeluarkan oleh PBSI pusat bahwa PON tidak termasuk dalam kompetisi di bawah naungan PBSI, sehingga ada harapan untuk ikut bertanding, namun tetap harus berkoordinasi dengan PB PON selaku panitia penyelenggara. 

Dari kejadian ini, dirinya menilai terdapat keputusan panitia yang berbeda dengan surat dari PBSI tersebut, lantaran pemberian sanksi kepada atlet hanya kompetisi di bawah naungan PBSI saja, sementara PON tidak di bawah kendali PBSI. 

"Itu bukan kejuaraan resmi PBSI atau kejuaraan yang tidak direkomendasikan oleh PBSI maka PP PBSI tidak memiliki kewenangan untuk melarang atlet berlaga dalam PON. Begitu isi dari surat keterangan PBSI yang kami terima. PBSI Kalteng diminta untuk berkoordinasi dengan KONI dan atau PB PON 2021 untuk kejelasan keikutsertaan atlet atas nama Sultan dan kami sudah berkoordinasi," ungkapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00