Kasus Kalemei, Polda Kalteng Beri Akses Kompolnas
- 08 Jul 2026 22:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya memberikan akses seluas-luasnya serta mengawal pihak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk menggali setiap keterangan yang diperlukan di lokasi agar kejadian tersebut bisa terungkap dengan jelas.
"Kami memberikan akses seluas-luasnya kepada Kompolnas untuk menggali fakta yang terjadi di lokasi," ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan saat konfrensi pers penemuan fakta terbaru dari kejadian di Tumbang Kalemei, Katingan, bersama Kompolnas di Mapolda Kalteng, Selasa 7 Juli 2026.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan juga membeberkan beberapa fakta informasi yang pihaknya terima, bahwa ada beberapa anggota yang tertinggal lalu sempat dikuasai atau ditawan oleh kelompok pelaku saat penggerebekan bandar narkoba di Tumbang Kalemei.
Sebelumnya, Kompolnas menemukan fakta terbaru terkait kematian tiga personel Satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Pihak Kompolnas langsung berada di lokasi untuk memantau perkembangan kasus penyerangan terhadap anggota kepolisian saat operasi pemberantasan narkotika dan menyimpulkan bahwa terjadi penganiayaan terhadap ketiga polisi yang sedang bertugas, sebelum ditemukan meninggal dunia.
Komisioner Kompolnas, Mochammad Choirul Anam, menegaskan sejumlah temuan setelah sebelumnya berinteraksi dengan warga serta perangkat desa setempat.
Choirul Anam menegaskan bahwa anggota kepolisian telah menjalankan prosedur pada awal penangkapan dengan memperkenalkan diri dan menunjukan surat tugas resmi.
Namun, tindakan tersebut direspon provokatif oleh pihak keluarga terduga pelaku dengan teriakan bahwa yang datang ke sana adalah perampok. Sehingga akhirnya terjadilah ketegangan berujung penyerangan terhadap tiga anggota polisi tersebut.
"Berdasarkan hasil pengecekan di lima TKP, karakter lokasi serta hasil autopsi secara ilmiah, diduga kuat adanya tindakan penyiksaan terhadap petugas yang gugur. Korban diyakini tidak meninggal karena tenggelam di sungai, melainkan mengalami penganiayaan di darat dan tidak meninggal tenggelam di sungai, " ujarnya.
Choirul Anam menambahkan, bahwa berdasarkan keterangan dari warga setempat, keluarga pelaku memiliki rekam sosial yang buruk dan kerap meresahkan masyarakat karena perilaku yang intimidatif seperti menggedor rumah warga sambil membawa senjata tajam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....