Waspada Money Game Di Balik Kedok Investasi, Bisnis Atau Arisan

KBRN, Palangka Raya : Praktek penipuan berkedok bisnis dan investasi yang tidak jelas cara kerja dan mekanismenya kini marak di tengah kehidupan masyarakat. Penipuan ini memiliki efek berbahaya yakni menjerat korbannya untuk mau menyetorkan dana sebagai modal usaha dan mengembangkannya dengan menarik member atau anggota baru ke kelompok ini. Bahkan investasi model ini mensyaratkan setoran dana atau investasi dari anggota baru dan menjadi siklus dalam sebuah skema berjaringan. Penipuan yang sering dijuluki sebagai money game atau ponzi ini, terkesan menguntungkan semua pihak namun faktanya ini hanya menguntungkan pihak yang berada di pucuk jaringan atau member lama dan menyengsarakan mereka yang berada di akar terbawah jaringan alias mereka yang baru bergabung.

Kepada RRI, Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy Senin (25/01/2021) meminta masyarakat harus lebih waspada terhadap investasi rekaan yang menawarkan berbagai keuntungan dengan tawaran dan modal sekecil mungkin dengan janji keuntungan yang besar. Masyarakat harus menanamkan prinsip 2 L yakni Legalitas dan Logika. Legalitas artinya harus memastikan landasan hukum dan ijin operasional bisnis, usaha atau investasi tersebut. Prinsip kedua adalah logika yakni mengedepankan nalar dimana keuntungan berlipat ganda bisa lahir dalam waktu cepat , dana dan resiko yang relative kecil. Karena pada faktanya keuntungan dan investasi besar selalu datang dari modal dan resiko yang sama besarnya.

“Cara lainnya dalam menghadapi dugaan investasi fiktif ini juga dengan menganalisanya lebih  matang dan realistis,” jelasnya.

Sementara itu, seorang ekonom dan dekan Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya, Miar Bakar meminta masyarakat tidak mudah mempercayai sekaligus bersikap kritis terhadap penipuan berkedok bisnis, investasi atau arisan. Pada faktanyanya di dalam permainan ponzi ini tidak ada produk, barang atau jasa yang diperjual belikan . Bahkan tidak ada pengorbanan atau penanaman sumber daya baik uang tenaga dan waktu untuk menghasilkan keuntungan di kemudian hari.

“Semuanya hanyalah tawaran dan akal bulus dari jaringan atas untuk mengeruk keuntungan dari jaringan di bawahnya,” jelasnya.

Permainan uang atau money game menggunakan skema ponzi memang telah banyak menjerat , menipu dan membodohi masyarakat yang tergiur dengan keuntungan cepat tanpa banyak berusaha. Keuntungan yang cepat di awal perjalanan  nantinya akan berubah menjadi kerugian besar di waktu mendatang tanpa disadari telah merugikan dan perlu tindakan dan langkah cerdas dan cermat dalam mengantisipasinya. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00