Pahandut Seberang dan Flamboyan Bawah Jadi Sasaran Program 'Kotaku' Palangka Raya

KBRN, Palangka Raya : Pembangunan kota yang berkelanjutan menjadi idaman kalangan masyarakat dan juga pemerintah daerah. Selain bermimpi mereka juga melakukan upaya, strategi dan program  juga penelitian guna menciptakan tata ruang yang ramah lingkungan, kompatibel dengan kondisi masyarakat dan membawa kesejahteraan tersendiri. Salah satunya adalah membangun tata kota yang terhindar dari kekumuhan. Di Palangka Raya ternyata masih ada sekitar 105, 22 hektar kawasan kumuh yang perlu diurus.

Kepada RRI, salah satu leader Program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku, Anton, (19/10/2020)  mengatakan, pihaknya memiliki perhatian yang besar terhadap dua kawasan yang terhitung kumuh yakni Flamboyan Bawah dan juga Pahandut Seberang. Di tempat itu, banyak ditemukan persoalan terkait  persampahan dan sanitasi sementara berada di tepian sungai. Selain juga masih ditemukan belum memadainya fasilitas Mandi Cuci Kakus  atau MCK . Persoalan lainnya adalah masalah penyadaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Saat ini tim Kotaku telah berupaya untuk memberi penyadaran melalui unsure Kelurahan hingga RT dan RW untuk menyiapkan gerobak sampah dan juga memnyiapkan sarana depo sampah.

“Sementara konsep penataan ruang di  kawasan pahandut seberang adalah  penataan keramba dan dipersiapkan pula dengan  wisata kuliner,” jelasnya.

Sementara tiu seorang pengamat lingkungan hidup dan juga tata kota Palangka Raya Ashary mengungkap, penataan ruang dan tata kota memang sebaiknya harus mengetahui kondisi lingkungan  sekitarnya. Pembangunan yang terencana akan menghindarkan dari berbagai kesalahan tata kota yang di kemudian hari akan ditemukan. Seperi halnya drainase yang mudah rusak atau terlalu kecil, jembatan yang kurang kuat dan sebagainya. Selain itu juga perlu dipikirkan masalah perawatan sehingga  meminimalisir kerusakan atau kerguian di belakangnya. Ia menekankan sebelum menentukan konsep dan perencanaan tata ruang yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah lingkungan di sekitarnya.

“Pembangunan yang baik haruslah berpijak dan menyesuaikan dengan kondisi di sekitarnya,” jelasnya.

Memang konsep dan rencana apapun untuk membangun sebuah wilayah memang perlu memerhatikan kondisi lingkungan dengan jangka masa depan. Konsep pembangunan harus menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dan tak hanya memikirkan saat ini saja tapi melangkah jauh untuk beberapa waktu di depan. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00