THM Ekplotasi Perempuan dan Anak Bawah Umur, Segera Laporkan

KBRN, Palangka Raya : Tempat Hiburan  Malam atau THM memang menjadi sebuah bisnis menggiurkan yang mampu mendatangkan keuntungan dan rupiah. Namun sayangnya terkadang pemilik dan pengusaha Tempat Hiburan  Malam, sering melakukan hal yang negative dan merusak norma. Seperti halnya mengeksploitasi dan memperkerjakan perempuan atau anak di bawah umur dengan kesepakatan yang tidak jelas.

Menyikapi hal ini, seorang praktisi hukum   Palangka Raya, Parlin Hutabarat , Kamis (24/09/2020) mengungkapkan, kesepakatan yang melanggar norma asusila dan eksploitasi secara prinsip sudah menyalahi aturan perundangan dan sebenarnya tidak perlu diikuti. Dalam hukum positif di Indonesia, tak diperbolehkan bahwa perempuan , anak di bawah umur dan orang  lainnya tidak diperdagangkan dan diperjualbelikan. Selain tidak manusiawi dan melanggar HAk Asazi Manusia hal ini menjadikan merendahkan derajat manusia sebagai komoditas yang mendatangkan untung. Ia meminta warga masyarakat,  untuk tidak tinggal diam jika menemukan  kejadian atau kasus yang merugikan tersebut.

“Sebaiknya, warga atau tamu yang berkunjung ke THM yang mengeksploitasi wanita dan anak- anak untuk segera melaporkannya kepada aparat berwenang secepat mungkin,” jelasnya.

Lebih jauh, Parlin juga mengajak masyarakat untuk memberikan control sosial terhadap THM yang ditemukan memperdagangkan orang. Jika dibiarkan berlarut , ini akan dianggap sebuah hal yang biasa dan legal walaupun sebenarnya telah melangar hukum. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00