Hari Anak Nasional, Lindungi Anak dari Narkoba

KBRN, Palangka Raya: Dalam peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2020, orang tua di Kalimantan Tengah diingatkan untuk memperhatikan pergaulan anak agar terhindar dari bahaya Narkoba.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Palangka Raya mengatakan untuk menjadi anak Indonesia yang tangguh anak-anak khususnya di Kalteng harus terlindungi dari Narkoba.

“Untuk menjadi anak Indonesia yang tangguh kita harus terlindungi dari bahaya Narkoba, pornogragfi dan sebagainya. Anak-anak kita harus berani mengatakan tidak pada Narkoba. Karena Narkoba dapat merusak masa depan termasuk masa depan anak-anak di Kalteng. Karena itu terimalah salam anak Indonesia. Katakan “Tidak!” pada narkoba. Katakan “Tidak!” kepada segala bentuk ekploitasi dan penelantaran,” ujarnya.

Saat di Palangka Raya, Arist juga berkesempatan menyampaikan pesan kepada ibu-ibu peserta pelatihan keterampilan yang diadakan BNN Kalimantan Tengah untuk melindungi anak-anak mereka dari Narkoba.

Diharapkan, dengan pelatihan keterampilan bagi masyarakat di kawasan rawan Narkoba dapat bermanfaat meningkatkan taraf hidup keluarga sehingga tidak tergiur dengan usaha obat terlarang.

Menurut data Pusat Penelitian, Data dan Informasi BNN bersama LIPI tahun 2019 tercatat masih ada anak-anak Indonesia usia 10 sampai di bawah 17 tahun yang dilibatkan bahkan terpapar Narkoba.

Di Kalimantan Tengah sendiri, Badan Narkotika Nasional provinsi dan kota juga ada menangani anak yang  terlibat penyalahgunaan Narkoba. Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Kalimantan Tengah, M. Sodja’i, mengatakan sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk memperhatikan serta mengawasi anak agar terhindar dari paparan buruk Narkoba.

“Bahkan pernah ada anak umur 11 tahun ditangani sudah memakai Narkoba jenis shabu. Saya menghimbau kepada seluruh orang tua tolong peduli terhadap anaknya. Benar-benar diawasi dengan siapa bergaul, dengan lingkungan siapa. Jangan diserahkan ke ibu/bapa gurunya,” kata Soedja’i, Kamis (23/7/2020).

Soedja’i menambahkan pihak BNN hingga sekarang juga masih menangani anak-anak kalangan pelajar yang menjalani rehabilitasi dan rawat jalan. (gambar: Kompas)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00