Donor Darah Tetap Aman di Masa Pandemi, Covid-19 Tidak Terbukti Menular Melalui Darah

KBRN, Palangka Raya: Aktivitas donor darah dipastikan tidak akan menyebabkan penularan Covid-19. Virus corona selama ini terbukti menular lewat butiran cairan (droplet).

Penularan terjadi saat orang yang terinfeksi Covid-19 berbicara, bersin atau batuk kemudian butiran cairannya terhirup atau tersentuh oleh orang lain yang kemudian memegang bagian wajah.

Direktur Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Palangka Raya, dr. Maria Dewi Purwanti, mengatakan selama masa Pandemi Covid-19 pihaknya tetap rutin melakukan sosialisasi baik lisan maupun melalui media sosial tentang amannya berdonor darah.

“Mendonorkan darah itu aman. Mendonorkan darah itu malah membuat badan kita menjadio sehat. Tida usah khawatir mendonorkan darah. Donor darah tidak akan menularkan Covid. Apalagi kalau jaman sekarang ya. Karena memang tidak ada penelitian dimana-mana pun kalau misakan mendonorkan darah itu bisa menularkan Covid, itu tidak ada. Tida ada Covid yang menular lewat darah,” terang dr. Maria.

Maria juga memastikan operasional UTD PMI Palangka Raya selama masa Pandemi Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Para pendonor yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya dan diminta untuk mencuci tangan sebelum memasuki ruangan.

Selain itu, lanjut Maria, seluruh petugas yang melakukan proses transfusi darah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap demi keamanan pendonor maupun petugas sendiri. Ruangan maupun gagang pintu UTD PMI juga selalu dibersihkan dengan disinfektan setiap 1-2 jam dan setelah pendonor selesai mendonorkan darahnya.

Diakui Maria jumlah pendonor darah di masa Pandemi Covid-19 saat ini menurun dibandingkan sebelumnya. Pada awal pandemi hampir setengah dari pendonor rutin tidak melakukan donor darah. Bahkan hingga saat ini, pendonor pengganti masih lebih banyak dibandingkan pendonor rutin dan sukarela.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00