Kebosanan dan Ketidaktahuan Jadi Pemicu Warga Net Tak Bijak Bermedia Sosial

KBRN, Palangka Raya: Saat ini media sosial banyak digunakan orang untuk mencari informasi dan hiburan. Khususnya, warga yang merasa jenuh akibat banyak menghabiskan waktu di rumah saja selama masa Pandemi Covid-19.  

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadyah Palangka Raya, Srie Rosmilawati, media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjalin relasi dan membangun jaringan khususnya di situasi saat ini. Namun sangat disayangkan ada juga pihak-pihak yang masih belum bijak dalam bermedia sosial.

Banyak yang seperti itu ya ikut tren, trus tidak terlalu memprioritaskan sumber informasinya. Kemudian juga pengen paling update, diakui. Kemudian ada juga yang memang sengaja pengen cari-cari perhatian

Akademisi yang juga Anggota Komisi Informasi Kalteng ini mengungkapkan masih banyak pengguna internet yang hanya membaca sekilas tanpa menyelami informasi yang didapat dari teman.

“Banyak yang seperti itu ya ikut tren, trus tidak terlalu memprioritaskan sumber informasinya. Kemudian juga pengen paling update, diakui. Kemudian ada juga yang memang sengaja pengen cari-cari perhatian,” katanya kepada RRI, Selasa (09/06/2020).

Bahkan menurut Srie, masih ada warga yang tidak paham kalau ada sanksi bagi penyebar informasi bohong atau hoax. Untuk itu menurutnya, harus ada sinergi dalam mengedukasi masyarakat terkait UU ITE agar masyarakat lebih bijak bermedia sosial.Edukasi bisa saja dari pihak yang berwenang seperti dari Kepolisian Daerah maupun Dinas Kominfo, bahkan dari pihak-pihak lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Siswandi, mengatakan pihaknya selama ini terus melakukan edukasi agar masyarakat bijak bermedia sosial diantaranya dengan sosialisasi keliling.

Selanjutnya : Bijak Bermedia Sosial

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00