Guru Besar UPR : New Normal Butuh Tahapan Penyesuaian

KBRN, Palangka Raya : Protokol dan pranata new normal mulai diperkenalkan agar masyarakat tetap hidup dan beraktivitas seperti biasa sembari  mengikuti pedoman untuk mencegah penyebaran covid 19. New normal mengharuskan perubahan perilaku  dan pola kehidupan di semua bidang yang berkaitan dengannya. New norma ini dipandang memerlukan proses dan tahapan penyesuaian yang nantinya menjadi norma yang jamak dan  lumrah ditunaikan masyarakat.

Kepada RRI, Guru Besar Universitas Palangkaraya , Profesor Dannis Jayanegra , Kamis (28/05/2020) mengatakan, new normal sejalan dengan teori perubahan perilaku dalam ilmu psikologi. New norma merupakan proses modifikasi dan penambahan perilaku baru yang ditumbuhkan pada diri seseroang. Sehingga hal ini butuh proses dan tahapan yang tidak drastis  dan serta merta,

"Perubahan perilaku ini akan melalui tahapan proses seperti dorongan dari lingkungan , dorongan eksternal, penegakan aturan, pengawasan hingga alasan yang kuat untuk melakukannya. Penambahan perilaku ini dinilai juga tidak mudah yakni memerlukan edukasi , komunikasi dan dorongan terus menerus hingga mencapai titik kesadaran. Setelah memiliki kesadaran, barulah seseroang berinisiatif dan mau mengikuti arahan sesuai yang dikehendaki", jelas Dannis .

“Dengan demikian, perlu adanya sosialisasi yang massif dan terus menerus serta adanya contoh sehingga new norma membudaya dan menajdi tatanan baru masyarakat”, tambahnya.

Lebih jauh Profesor Dannis mengungkap, gerakan new norma ini merupakan sebuah perubahan pola hidup menyesuaikan kondisi wabah yang tidak normal. Dalam budaya new normal, masyarakat dilatih untuk hidup dengan standar normal baru di tengah situasi yang tidak normal. Dengan demikian penyesuaian diri menjadi hal yang penting dalam new normal ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00