Buku Aksara Jiwa, Bukti Napi Bisa Berkarya

KBRN, Palangka Raya: Hidup di balik jeruji besi tidak membatasi semangat warga binaan untuk berbagi. Melalui buku berjudul Aksara Jiwa, penulis yang merupakan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya bersama mantan warga binaan Rutan Kelas I Medaeng Surabaya ingin memotivasi jiwa-jiwa yang layu karena merasa terpenjara. 

Salah seorang warga binaan di Rutan Kelas IIA Palangka Raya yang terlibat penulisan buku Aksara Jiwa, Fried Asahel, mengatakan buku ini dibuat untuk memberikan semangat dan harapan bagi warga binaan yang baru bahwa mereka masih bisa punya masa depan yang baik. 

"Karena kita cerita tentang pengalaman hidup kita harapannya dengan mereka membaca buku ini mereka bisa termotivasi jangan lagi seperti saya awal masuk dulu tidak ada yang kasih tahu, gimana akhirnya nanti. Nah dengan membaca buku ini punya satu kekuatan yang berbeda dengan waktu kami masuk dulu, itu dulu saya masuknya, aduh masa depan saya seperti apa? Baca buku ini, bila saya bisa sampai buat buku kenapa dia tidak, dia punya talenta lebih dari saya," tuturnya usai acara Peluncuran Buku Aksara Jiwa di Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Sabtu (11/12/2021). 

Buku Aksara Jiwa setebal 215 halaman ini diterbitkan CV Pena Persada Jawa Tengah. Fried Asahel menceritakan proses penulisan dari dalam rumah tahanan sampai terbit dengan sudah memiliki ISBN. 

"Saya nulis buku yang pertama ini semenjak bulan April jadi kita tulis kemudian kita kirimkan melalui Bu Koordinator (petugas Lapas) karena kita nggak bisa komunikasi yang bebas jadi kita kirimkan nanti teman-teman yang sudah bebas yang kerjakan. Setelah selesai dikirimkan beserta layout-nya setelah kita setuju saya sampaikan kepada yang memberikan testimoni yang di Palangka Raya lebih banyak termasuk Pak Agustin Teras Narang," ujarnya. 

Buku Aksara Jiwa ditulis oleh empat orang yang punya pengalaman menjalani sekolah kehidupan di Rutan dan Lapas. 

Fried salah seorang penulis yang masih menjalani masa hukuman menceritakan dengan semangat bahwa Buku Aksara Jiwa Kedua dan Ketiga sedang dipersiapkan. 

"Harapannya kalau pun saya seperti itu ke depan, bisa sampai seperti ini kalau melihat perjalanan kalau bukan tangan Tuhan tidak akan bisa. Dan buku itu kami tulis karena memang hanya dalam pertolongan Tuhan. Karena tidak mungkin buku ditulis gitu aja, sekarang bisa terbit bisa ke tangan ini sedangkan kita tidak bisa cari uang. Tidak bisa cari apapun untuk gerakan itu, tapi kok buku ini bisa sampai. Bisa dicetak. Tidak tahu gimana caranya tapi itulah pengalaman iman yang saya harapkan jadi motivasi jadi inspirasi," tuturnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Suwarto, berharap Buku Aksara Jiwa dapat menjadi sumber bacaan yang menumbuhkan semangat dan motivasi bagi warga binaan.

"Karena buku ini juga merupakan pengalaman-pengalaman dari warga binaan yang menjalani hukuman apa yang mereka alami sehingga mereka juga merasakan hal yang sama ketika membaca buku itu karena setiap warga binaan akan merasakan hal yang sama ketika menjalani hukuman. Warga binaan yang ada di sini termotivasi terus berkreasi bahwa apa yang ada di sini itu hanya sementara dan itu hanya bagian dari perjalanan hidup dan jangan berputus asa bahwa kehidupan masa depan itu harus diraih," ujarnya. 

Suwarto mengungkapkan buku Aksara Jiwa yang diluncurkan dalam rangkaian Natal di Rutan Kelas IIA Palangka Raya ini akan didistribusikan kepada warga binaan di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang ada di Palangka Raya serta Lapas Perempuan dan Lapas Narkotika yang ada di Kasongan Kabupaten Katingan. Selain itu, buku Aksara Jiwa juga akan dikirimkan ke Surabaya kepada mantan warga binaan di Rutan Medaeng yang ikut andil dalam pembuatan buku tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar