Perantau Kembangkan Jeruk dan Sapi di Palangka Raya

  • 16 Mei 2025 21:38 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Bidang pertanian terkadang dipandang sebelah mata, namun siapa sangka dengan ketekunan yang dilakukan secara terus menerus dapat menghasilkan uang berlimpah.

Seperti yang dilakukan Supendi, lelaki perantau dari Jawa Timur tepatnya Kabupaten Pacitan, memiliki keyakinan tinggi, bahwa prospek ke depannya sektor pertanian hortikultura, bila digeluti dengan serius akan memberikan keuntungan, dan memberikan masa depan cerah.

Pria yang juga seorang anak petani dari pangkoh Kabupaten Pulang Pisau ini, awal mulanya bekerja serabutan, namun mulai tertarik di bidang pertanian tahun 2001, pertama kali yang ia lakukan untuk mengembangkan tanaman jenis buah dan sayur-sayuran yaitu melakukan kajian tehadap lahan gambut bersama dengan penyuluh pertanian. Kegagalan demi kegagalan sempat dialami, namun berkat kesabaran dalam merawat tanaman, akhirnya menghasilkan panen berlimpah seperti tanaman buah semangka dan jeruk.

"Dalam menaklukan lahan gambut sangat sulit, karena banyak kandungan asam yang harus dinetralisir serta diberikan pupuk, setelah melakukan berbagai percobaan dan terus melakukan pengamatan, akhirnya berhasil membuat tanah subur untuk tanaman jeruk dan semangka, dan ini memerlukan waktu selama dua tahun," ujarnya, Jum'at (16/5/2025).

Hasil panen yang didapat selama bertani lanjut pendi, seringkali dipasarkan ke pasar tradisional, karena suplai buah dari petani lokal dianggap masih kurang, makanya seringkali pedagang buah berharap limpahan panen dari luar kota Palangka Raya. Pihaknya optimis, usaha pertanian sangat menjanjikan dan memberikan manfaat dibanding pekerjaan lainnya, apalagi jenis hortikultura karakteristiknya cepat panen dan diminati masyarakat.

Supendi mengajak generasi muda di palangka raya, dapat beralih haluan menjadi seorang petani, ketimbang harus menunggu perekrutan menjadi pegawai negeri sipil, karena terbukti dari hasil yang ia geluti saat ini, dapat berkembang pesat, bahkan hasil uang yang dikumpulkan, saat ini ia dan keluarganya memiliki ratusan hektar lahan yang semuanya ditanami jenis hortikultura, "seperti semangka, sayur-sayuran, dan jeruk. Bukan hanya itu untuk usaha sampingan, pihaknya membuka ruko yang menjual alat pertanian dan pupuk serta membuka usaha peternakan penjualan sapi qurban," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palangka Raya Sugiyanto tidak menampik, bahwa usaha pertanian sangat menjanjikan bila dikembangkan secara serius, terutama jenis hortikultura, karena ketergantungan masyarakat sangat tinggi terhadap sayur sayuran. Kemudian untuk jenis buah buahan sebagai pelengkap menambah cuan petani.

"Saya berharap petani lokal dan pemerintah daerah dapat saling bersinergi dengan melengkapi, demi terwujudnya swasembada pangan dan stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....