UMKM Kembali Bangkit Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

KBRN, Palangka Raya : Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti pembuatan karangan bunga papan di Kota Palangka Raya, menjadi salah satu usaha yang terdampak cukup parah akibat Covid-19.

Pasalnya selama pandemi Covid-19 masyarakat yang melangsungkan kegiatan misalnya perkawinan menjadi sedikit. Akibatnya, pemesanan terhadap bunga pun bisa dihitung dengan jari.

Meski demikian, kini bisnis ini sudah mulai ramai kembali. Semenjak pemerintah memperbolehkan kegiatan usaha namun dengan batasan-batasan sesuai dengan protokol kesehatan. 

Seperti yang diutarakan oleh  salah seorang pengusaha karangan bunga papan rumahan, Murti Ningsih. Dirinya mengaku, penjualan karangan bunga kini mulai kembali meningkat seiring tatanan kehidupan baru yang telah dicanangkan oleh pemerintah. 

"Usaha ini awalnya dimulai tahun 2010. Kendala usaha ini ketika kita perlu bahan, misalnya seperti bunga, terkendala pasokan yang kosong karena bunga didatangkan dari luar Kalimantan. Terlebih pada saat Covid seperti saat ini," tambah istri dari anggota polisi yang berdinas di Polda Kalteng ini kepada RRI, Minggu (7/3/2021). 

Meski belum 100 persen pulih, dirinya mengaku tetap bersyukur karena setidaknya, bisnis yang ia geluti, kini sudah mulai kembali hidup.Dirinya pun berharap, agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga perekonomian bisa kembali pulih.

Sementara itu, untuk membantu pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi, Bank Mandiri masih optimistis dengan kekuatan sektor UMKM mencapai 64 juta pelaku di Indonesia. 

Menurut Kepala Bank Mandiri Wilayah Kalimantan Tengah, Suprijanto, UMKM diyakini akan lebih cepat pulih dibandingkan kelompok usaha lainnya. Apalagi, pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah memberi banyak dukungan kepada UMKM selama pandemi.

"Sebanyak 3.777 debitur telah dibantu dan miliaran rupiah untuk pemulihan ekonomi nasional termasuk UMKM di Kalteng," imbuhnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00