Panen Padi di Desa Belanti Siam Kawasan Food Estate Berlangsung Sampai Akhir Maret

KBRN, Pulang Pisau: Produktivitas tanaman (provitas) padi di Desa Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang merupakan kawasan food estate bervariasi. Ada petani yang menghasilkan hanya 2,5 ton padi per hektar, ada yang 3,6 ton, ada yang 4,8 ton, ada yang 5 ton dan ada pula yang  5,5 ton per hektar.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Belanti Siam, Dwi Hadi, mengatakan tiap kelompok menanam jenis varietas unggul bermutu yang berbeda-beda sehingga berpengaruh  terhadap produktivitas tanaman.

Selain varietas padi, cara tanam dan faktor cuaca ekstrem menurutnya juga turut mempengaruhi hasil yang diperoleh petani.

“Di Belanti Siam itu lahannya sekitar 2.300 hektar tapi yang ikut food estate sekitar 1.914 hektar. Sekarang ini yang sudah panen itu sekitar hampir 850an hektar dari total yang ada,” tuturnya kepada RRI ketika dihubungi via telpon, Jum’at (26/2/2021).

Dwi Hadi mengatakan dari pengamatan yang dilakukan ada dua varietas padi yang sudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan di Desa Belanti Siam yakni varietas Inpari 32 dan Inpari 42.

PPL Desa Belanti Siam ini menyebut petani yang sudah panen di bulan Januari ada yang sudah mulai melakukan penanaman. Diperkirakan, panen padi di Desa Belanti Siam akan selesai di akhir Maret mendatang.                         

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Belanti Siam, Amin Arifin, mengatakan hal yang sama dengan PPL Dwi Hadi. Dikatakan Amin, petani di Desa Belanti Siam ada yang meningkat hasil produksi padinya, ada yang standar dan ada pula yang menurun.

“Mungkin yang menurun itu terkendala cuaca. Kita tahu kalau di bulan Desember-Januari curah hujan atau angin sangat tinggi. Padi rentan pas mau panen sudah menguning itu angin dan hujan deras mengakibatkan padi itu roboh. Itu yang membikin hasil panen menurun tidak seperti yang diharapkan,” ujar Amin.

Kepala Desa Belanti Siam Pulang Pisau ini menambahkan produktivitas tanaman yang menurun kebanyakan terjadi di lahan uji coba percepatan yang berada di areal seribu hektar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00