Distribusi Agak Terganggu, Harga Bahan Pokok di Kalteng Masih Stabil

KBRN, Palangka Raya: Banjir di Kalimantan Selatan membuat kenaikan ongkos angkut sembako ke Kalimantan Tengah khususnya dengan truk besar. Hal ini berdampak naiknya harga barang sekitar Rp50-Rp100 per item.

Asisten II Setda Kalteng Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Nurul Edy, mengatakan meski distribusi agak sedikit terganggu namun persediaan bahan pokok di Kalimantan Tengah masih aman.

“Harapan untuk pedagang, jangan menjadikan alasan keadaan salah satunya sulitnya transportasi untuk menaikan harga barang dengan seenaknya. Ini yang kita jaga. Toh kan pasokan kan ada aja, hanya mungkin kelancaran distribusinya,” tuturnya.

Asisten II Setda Kalteng menambahkan komunikasi antara Dinas Perhubungan Kalteng dan Kalsel harus ditingkatkan terkait jalur distribusi barang kebutuhan pokok. Nurul Edy juga menyebut harga kebutuhan pokok  harus terus dipantau oleh dinas perdagangan.

Sementara itu, dihubungi terpisah Kepala Seksi Bahan Pokok (Kasi Bapok) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan  Tengah, Isa Maliki, mengatakan dari pantauan sementara harga bahan pokok masih stabil.

“Pada dasarnya semua bapok aman untuk sementara ini, tidak akan mengalami lonjakan kenaikan yang signifikan. harga tidak mengalami kenaikan juga. Tetap aja,” kata Kasi Bapok ketika dihubungi via  telpon, Jum’at (22/1/2021).

Isa Maliki mengatakan harga sejumlah komoditas barang di Kalimantan Selatan saat ini justru mengalami penurunan. Seperti bawang merah dan bawang putih yang belum bisa dijual pasar di daerah banjar terpaksa dijual ke Kalteng dengan penurunan harga seribu rupiah per kilogram.

Menurutnya, penurunan harga ini yang kemudian menutupi kenaikan ongkos angkut sembako dari Kalsel ke Kalteng sehingga tidak terjadi kenaikan harga di pasar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00