Pengamat : Ekspolitasi SDA Alam di Kalteng Perlu Kaji Jangka Panjang

KBRN, Palangka Raya : Provinsi Kalimantan Tengah diprediksi akan mengalami nasib yang sama dengan Provinsi Kalimantan Selatan jika, sumber daya alamnya terus dikeruk dan dieksplotasi tanpa perencanaan dan kebijakan yang matang. Untuk itu pembangunan dan perencanaan investasi di Kalimantan Tengah harus memperhitungkan dampak jangka panjang dan tidak melulu memikirkan keuntungan sesaat.

Hal ini disampaikan salah seorang akademisi dan pengamat lingkungan Universitas Muhamadiyah Palangka Raya atau UMP, Ashary kepada RRI, Selasa (20/01/2021). Disebutkan Ashary, jika kegiatan eksploitasi alam terus dilangsungkan di Kalimantan Tengah, maka bencana ekologi akan membayangi provinsi ini. Untuk itu, kegiatan pertambangan dan pemberiaan ijin kehutanan di Klateng harsulah dipertimbangkan dampak panjangnya dan juga perlu dibar4engi upaya relokasi, revitalisasi dan rekalamasi di kawasan tersebut. Ashary menyebut, kegiatan reklamasi dan revuitalisasi inipun juga tak akan memberi fungsi yang sama dengan lingkungan yang tumbuh dengan alami. Seelain juga membutuhkan waktu lama bagi lingkungan dan alam untuk melakukan pemulihan atau peremajaan kembali.

“Sehingga akibat jangka panjang dan juga kearifan lokal haruslah selalu diperhitungkan dalam setiap kegiatan pembangunan atau eksplorasi alam di Kalteng,” jelasnya.

Sementara itu , seorang pengamat sosial Universitas Palangka Raya, Suprayitno meminta pemerintah daerah ikut mengevaluasi kebijakan perijinan bagi kalangan pertambangan dan kehutanan. Ia meminta pemerintah daerah tidak boleh abai dengan segala situasi dan kondisi lingkungan  hidup sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin.

“Sehingga nantinya tidak saling menyalahkan dan bisa melaukan kesiap siagaan menjelang terjadinya bencana,” jelasnya.

Langkah antisipasi dan kesiap siagaan wajib dilakukan pemerintah daerah saat ini melihat perkembangan situasi yang terjadi di Kalimantan Selatan. Sudah saatnya pemerintah daerah bersama kalangan usaha di Kalteng melakukan penghijauan dan reboisasi agar lingkungan tetap terjaga. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00