Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Kondisi Inflasi Dan Akses Keuangan Kalteng

KBRN,Palangka Raya : Pandemi covid-19, selain mempengaruhi kondisi perekonomian daerah juga berdampak pada akses keuangan Daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kalimantan Tengah Ekomarsono kepada rri rabu (20/01/21) menerangkan sejak akhir tahun 2020 lalu inflasi di kalteng tercatat 0,71 persen dan inflasipun terjadi pada kelompok makanan ,minuman dan tembakau terutama untuk cabe rawit,ikan gabus,cabe merah juga kenaikan bawang merah ,telur hingga angkutan udara juga mengalami inflasi.Namun untuk komoditi lainnya cenderung relatif stabil ,dan ini juga tidak terlalu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dengan kondisi covid-19 di Indonesia sejak maret 2020 dan Kalteng pada bulan April 2020 tahun lalu.

’’ kalau tahun ini ya banyak terdampak sih akibat pandemi covid-19 dan PPKM.” jelas Ekomarsono

Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan OJK Kalimantan Tengah Otto Fitriandy menjelaskan tahun 2021 ini fokus kebijakan OJK terkait mendorong upaya-upaya mempercepat pemulihan ekonomi Nasional yakni mengefektifkan peran TPKAD di Kabupaten,Kota hingga Provinsi.

” kami berharap TPKAD dan digitalisasi dapat mempercepat akses keuangan Daerah,” kata Otto Fitriandy

Meski Indonesia masih dalam pandemi covid-19 namun OJK dan BPS sesuai bidang dan tujuan masing-masing berupaya untuk dapat meningkatkan perekonomian Daerah dan Nasional dari berbagai sisi, melalui angka statistik dan juga melalui pengawasa jasa keuangan yang dilakukan OJK hal ini dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional sehingga dapat kembali stabil seperti sebelumnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00