Daya Beli Masyarakat Ke Pasar dan Pusat Perbelanjaan Menurun

KBRN, Palangka Raya : Daya beli masyarakat ke sejumlah pusat perbelanjaan menurun drastis, sejak wabah covid 19 menyerang secara global, meskipun dalam setahun ada perayaan hari besar keagamaan, tetap tidak mempengaruhi penghasilan secara normal para pedagang.

Hal ini dirasakan Munawaroh, salah satu pedagang Pasar Kahayan yang terdampak sepinya penghasilan, takut tertular covid jadi alasan pembeli enggan ke pasar, apalagi pasar tempat berkerumunnya masyarakat. Untuk bisa mengembalikan kondisi normal aktivitas jual beli di pasar, pemerintah perlu memberikan jaminan aman, bahwa pasar steril dari covid 19, “Karena sebagian besar pedagang sudah mengikuti rapid tes, hasilnya non reaktif. Selain itu,  diharapkan,  satgas dapat rutin patroli terkait penegakkan protokol kesehatan,” ungkap Muna kepada RRI Rabu (02/12/20)

Sementara itu, menyikapi sepinya penghasilan, salah satu Pengurus Kamar Dagang Indnesia, Waskiat Pramono Sidik meminta pemerintah merespon cepat, apa yang menjadi keluhan pedagang. Kalau perlu pemerintah membantu pemasaran para pedagang, dalam hal ini, pemerintah bisa memfasilitasi untuk promosi sejumlah produk yang dijual pedagang,  selanjutnya dibantu menjualkan secara online.

“Karena peningkatan jumlah pasien covid 19 belum mereda, cenderung tambah meningkat, sehingga membuat masyarakat enggan melakukan aktivitas di luar rumah dan memilih menunggu situas normal,” kata Pram

Sementara itu, di bulan Desember ada dua tradisi perayaan keagamaan besar yang selalu dinanti masyarakat luas, yakni natal dan tahun baru, biasanya memasuki awal hingga pertengahan Desember, aktivitas perdagangan sangat ramai, otomatis memberi keuntungan tersendiri untuk pedagang, namun seiring larangan dari pemerntah pusat, terkait pembatasan sosial sejumlah perayaan, membuat masyarakat memilih merayakan acara natal secara sederhana dan kekeluargaan, begitu juga halnya berlaku pada pada saat perayaan hari besar keagamaan umat islam, semua dibatasi.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00