Hasil Pertanian Palawija Menurun, Akibat Salah Kelola Lahan

KBRN, Palangka Raya : Hasil pertanian jenis hortikultura alami penurunan, seiring intensitas hujan yang tinggi dalam sebulan terakhir ini. Jenis palawija seperi Lombok, jagung, kedelai, dan sayur sayuran terkena dampak dan cepat membusuk ketika kelebihan air.

Hal ini diakui Pembina Kelompok Tani Joko Santoso, dikatakanya daerah Palangka Raya selama ini menjadi sentra produksi tanaman jenis palawija, namun seringkali terkendala pemasaran akibat pemeritah daerah kurang megakomodir, bahkan terbaru seiring curah hujan yang tinggi, tanaman milik petani sebagiannya alami gagal panen.

“Sebenarnya daerah di Kalimantan Tengah memiliki prospek yang baik di sektor pertanian, tapi pemerintah kurang serius membantu, contoh sederhana seperti bantuan benih bawang merah, sejak covid 19 alami pengurangan, jadi petani akhirnya malas, ditambah dengan situasi cuaca tak menentu membuat produktivitas hasil pertanian minim, “ kata Joko kepada RRI Selasa (01/12/20)

Menyikapi menururunnya hasil pertanian hortikultura, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Peternakan Kalimantan Tengah Hj Sunarti membantah, karena tidak semua daerah alami gagal panen akibat instensitas hujan deras, namun justru di daerah sentra produksi padi seperti kawasan food estate yakni pulang pisau dan Kapuas, terbantu dengan adanya curah hujan, otomatis lebih menyuburkan tanaman dan meningkatkan cadangan air di embung persawahan.

“Tak dapat dipungkiri jenis hortikultura bila kelebihan air cepat membusuk, biasanya tanaman yang tidak bertahan lama adalah Lombok, tomat, dan sayuran hijau. Untuk itu diperlukan pengelolaan lahan yang baik dan profesional, sehingga baik dan buruknya hasil pertanian, tergantung dari sumber daya manusia petani dalam memanfaatkan kondisi cuaca di masing masing daerah,” katanya.

Ia berharap, dengan curah hujan yang semakin meningkat diperkirakan sampai akhir tahun, target panen lebih dari sekali di kawasan food estate dapat tercapai, sebab tanaman padi karakteristiknya lebih banyak membutuhkan air. Menurut rencana, sekitar bulan Maret tanam padi perdana oleh Presiden Joko Widodo lalu, sudah bisa dipanen hasilnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00