Kenaikan Daging Ayam, Diperkirakan Sampai Akhir Tahun

KBRN, Palangka Raya : Harga kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah pasar tradisional merangkak naik, terutama harga daging ayam potong harganya sudah mencapai Rp 42 ribu perkilogram, dan diperkirakan kenaikan terus terjadi hingga akhir tahun 2020.

Salah satu pedagang di pasar tradisional Palangka Raya Roliansyah memperkirakan, kenaikan harga daging ayam bisa terus terjadi sampai akhir tahun, mengingat jumlah permintaan semakin meningkat tidak sebanding dengan suplay ayam dari dalam kota.

“Kebutuhan terhadap daging ayam seringkali tidak mencukupi, normal yang diperlukan mencapai 19 ribu ekor, dalam kota hanya mampu menyuplai 15 ribu, sedangkan sisanya didatangkan dari Banjarmasin sebanyak 4 ribu ekor,”kata Roli kepada RRI Jum’at (27/11/20)

Lebih jauh kata Roliansyah, meskipun masih terjadi wabah covid, tidak mempengaruhi daya beli masyarakat untuk pergi  ke pasar, dengan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat perlahan normal melakukan aktivitas jual beli.

Sementara itu, menyikapi gejolak harga daging ayam potong, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya Rawang menyayangkan, terjadinya selisih harga daging ayam yang signifikan, karena di tingkat pemotongan perkilo hanya mencapai Rp 34, namun ketika sampai ke tingkat pengecer harganya melambung tinggi.

“Seharusnya dalam kondisi seperti ini, pedagang tidak mengambil keuntungan berlebih, masyarakat sudah terbebani akibat covid 19, ditambah harga sembako menjulang naik,” kecamnya.

Ia menambahkan, untuk menstabilkan harga, pihaknya berencana melakukan survey ke sejumlah pasar bersama tim gabungan, guna memantau kondisi terkini kenaikan, dan memastikan suplay berlangsung lancar, sehingga tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00