Pembangunan Hasil Pajak Di Palangka Raya Belum Merata

KBRN, Palangka Raya : Masyarakat masih kurang puas terhadap hasil pembangunan dari pajak yang dibayarkan tiap bulannya, karena terkesan kurang merata di 5 Kecamatan contohnya penerangan jalan dan akses jalan lingkungan masih belum baik.

Hal ini diungkapkan salah satu Pelaku Usaha Kuliner Muksin Agus.  Seharusnya Pemerintah mendengarkan keluhan masyarakat sebelum membangun, agar kesannya tidak dianggap tebang pilih.

“Tercapainya target pajak, tidak terlepas dari andil wajib pajak membayar secara rutin, dan menjadi kewajiban pemerintah membangun sesuai aspirasi dari masyarakat. pihaknya juga menyoroti kurangnya penerangan jalan umum di permukiman, sehingga rawan menimbulkan kriminalitas,” kata Muksin kepada RRI Rabu (25/11/20)

Ia berharap pemerintah adil dan merata dalam hal membangun, agar roda perekonomian di tengah masyarakat berjalan sebagaimana mestinya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban membantah pemerintah tebang pilih dalam membangun hasil dari pajak, melainkan Pemko mengutamakan 3 kawasan, sebagian sudah dilaksanakan yakni menuntaskan jalan temanggung tilung.

Aratuni menjelaskan pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangka Raya dari sektor penerimaan pajak di akhir triwulan tiga tahun 2020 melebihi target. Target PAD  75 persen, namun berkat upaya maksimal, di akhir september, realisasinya sudah mencapai 79,77 persen

Adapun target PAD dari sektor pajak selama 2020 secara keseluruhan ditetapkan senilai Rp92,76 miliar. Target itu ditetapkan usai mengalami dua kali perubahan dari Rp101 miliar menjadi Rp99 miliar hingga ditetapkan Rp92,76 miliar.

“Perubahan target penerimaan sektor pajak  menyesuaikan adanya pandemi covid-19, yang juga melanda wilayah Kota Palangka Raya,” Katanya

Lebih jauuh Aratuni menerangkan, yang memberikan kontribusi terbanyak pada capaian PAD pajak ini pertama ialah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP). Dari target 75 persen pada akhir triwulan tiga tercapai 81,90 persen. Di sisi lain, ada beberapa sektor penerimaan lain yang angka penerimaannya melebihi target. Salah satunya pajak mineral bukan logam dan batuan. Dari target Rp2,6 miliar lebih, kini penerimaan pajak sudah tercapai 110 persen dari target. Lalu ada juga beberapa sektor pemerimaan yang belum mencapai target seperti Penerangan Jalan Umum dari target 75 persen pada akhir triwulan tiga, kini tercapai 49,91 persen. Yang mana total target PAD dari pajak PJU senilai 35 miliar.

Sementara PAD lain yang penerimaanya di bawah target yakni dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dari target PAD 75 persen pada akhir triwulan tiga tercapai 71,22 persen. target PAD PBB selama 2020 telah ditetapkan senilai 13,62 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00