Cegah Kecelakaan Penambangan Emas Liar di Kalteng

KBRN, Palangka Raya : Penambangan Emas Tanpa Ijin atau PETI terus terjadi di Kalimantan Tengah. Terakhir praktek penambangan liar ini memakan tiga orang korban di Gunung Mas dan 10 orang korban di Kotawaringin Barat.

Menanggapi hal ini Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kalimantan  Tengah, Esau Rambang , Senin (23/11/2020)  mengatakan, kasus kecelakan yang menimpa penambangan emas tanpa ijin ini akan sulit untuk mencari siapa saja yang patut dimintai pertanggung jawaban. Karena praktek ini tidak jelas badan hukumnya dan penanggung jawabnya. Dalam hal ini tentu yang harus bergerak cepat adalah pemerintah kabupaten Gunung Mas dan Kotawaringin Barat atau Kobar . Ia mengingatkan praktek penambangan emas tanpa ijin sangatlah merusak dan semakin massif serta tidak terkontrol. Ditambah lagi, para pelaku penambang emas tanpa ijin ini tidak memahami prosedur untuk ikut menjaga lingkungan.

“Seringkali mereka meninggalkan begitu saja galian hingga sianida, oli atau air raksa dan tidak melakukan rehabilitasi kembali,” jelasnya.

Sementara itu seorang pengamat lingkungan Universitas Palangka Raya , Reindard Jemmy, prinsipnya itu masyarakat diberi hak untuk mengeksploitasi dan diberi prosedur yang benar. Karena   mereka melakukannya secara liar dan tidak memiliki pengetahuan menjaga lingkungan dengan baik.  

“Jika mereka diberi akses untuk mengeksplorasi dan pemetaan wilayah emas dan pembinaan dengan baik tentu insiden semacam kecelakaan tak akan lagi terjadi,” jelasnya.

Memang sebaiknya semua pihak perlu belajar agar kasus kecelakaan di lokasi Penambangan emas tanpa ijin tidak lagi terjadi. Khususnya pembinaan, pengawsan dan edukasi dari  pemerintah agar kasus serupa tak terulang Semua tentu berharap kalangan masyarakat bisa melakukan praktek penambangan namun dengan catatan memiliki pengetahuan akan prosedur  dalam menjaga lingkungan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00