Bakal Banyak Pebisnis Baru Setelah Pandemi

KBRN, Palangka Raya : Peluang untuk memunculkan para pebisnis baru setelah Pandemi Covid-19 usai, sangatlah besar. Apalagi dengan adanya regulasi yang jelas melalui Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, membuat investasi di Indonesia akan meningkat, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng) 

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Kalteng Axcel Narang, menilai UU Cipta Kerja sebagai kepastian dunia usaha yang bisa kembali kondusif pasca pandemi yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia. 

Selain itu, UU Omnibus Law memberikan kepastian misalnya terkait pemberdayaan, perlindungan UMKM, dan kemudahan berusaha. Hal ini bisa menjadi jalan keluar bagi karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk memulai usaha. Apalagi pemerintah memberikan banyak stimulus bagi UMKM agar bertahan dari dampak pandemi.

Sejauh ini ditambahkan Axcel, pihaknya masih tetap bertahan meskipun dampak Covid-19 sangat terasa. Perusahaan seperti minyak,  gas, proferti dan usaha kuliner miliknya pun tetap berjalan tanpa ada karyawan yang dirugikan. 

"Tidak ada PHK, namun kita memiliki kebijakan pengalihfungsian karyawan untuk membantu di beberapa usaha saya yang lainnya karena memang terasa dampak pandemi apalagi di awal Covid-19 lalu. Kami juga tetap berusaha agar teman-teman bisa tetap menafkahi keluarganya. Dengan adanya Omnibus Law, pemerintah pasti memikirkan dunia usaha dan pekerja. Semakin banyaknya tercipta lapangan pekerjaan dengan banyak munculnya teman-teman pengusaha baru," tambah Axcel. 

Sementara itu di tempat terpisah, Pengamat Ekonomi yang juga pensiunan Karyawan Bank Kalteng, Subandi Nusan, Jumat (23/10/20) menyebutkan, sektor bisnis akan kembali bergairah dibarengi dengan munculnya para pebisnis baru, paling tidak setelah pandemi ini berakhir dan negara harus melakukan upaya pemulihan ekonomi terlebih dahulu jika memang terjadi resesi. 

Dirinya pun memperkirakan, meskipun Indonesia bakal jatuh ke dalam jurang resesi di akhir tahun, namun tidak terlalu parah karena pemerintah pasti akan belajar dari sejumlah negara maju  yang lebih dahulu mengalami kejatuhan perekonomian. 

"Dalam upaya memunculkan kembali para pengusaha-pengusaha baru, tentunya harus diatur dengan beberapa regulasi guna mempermudah dalam berinvestasi, tentu pasti sudah ada termuat di dalam Omnibus Law tersebut," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00