Pengamat : Parkir Liar di Pasar Palangka Raya Perlu Diveluasi

KBRN, Palangka Raya :  Persoalan parkir liar disejumlah pasar di Kota Palangka Raya sepertinya sudah menjadi persoalan klasik yang  terus saja mengganggu kenyamanan masyarakat. Walau secara resmi sudah ada perda dan aturan yang menertibkan juru parkir dan lahan parkir di sejumlah pasar, tetap saja persoalan ini tetap belum menemukan titik temu.

Kepada RRI, seorang pengamat sosial, Ferry Irawan , Rabu (21/10/2020) mengungkap, dalam hal ini , penegak perda yakni satpol pp menjadi kunci penertiban parkir liar ini. Juru parkir haruslah dipastikan memiliki legalitas dan ditarik retribusi daerah sehingga karcisnya resmi. Satpol PP dan Dishub haruslah mengevaluasi restribusi dan melakukan pendisplinan atau melalui sosialisasi atau perda tersendiri. Selain juga terus memantau apakah parkir ini mengganggu kenyaman lingkungan sekitar. Jika persoalan parkir ini tidak terkendali maka persoalan ini bisa menjadi lebih besar.

 “ Pemerintah kota untuk segera mulai menata sedari awal sehingga persoalanya tidak semakin kompleks,” jelasnya.

Senada dengan Ferry, pengamat kebijakan publik, Suprayitno mengungkap,  persoalan parkir memang kini menjadi lebih rumit dari sebelumnya. Karena adanya pertumbuhan ekonomi terutama di Pasar Besar Murjani. Ia mengingatkan Dinas Perhubungan untuk mengevaluasi dan mengatur tata parkir di pasar tersebut. Jika tidak maka di setiap jam tertentu, maka kondisi lalu linta di kawasan tersebut akan semrawut.

“Lebih baik pemerintah kota menginventarisir siapa saja yang menjadi juru parkir baik yang memiliki identitas maupun yang tidak,” jelasnya.

Memang persoalan parkir di sejumlah pasar di Kota Palangka Raya memang harus diurai lebih teliti. Jangan sampai persaolannya menjadi makin rumit dan kondisinya semakin semrawut , mengingat laju pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk kota yang makin meningkat. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00