Food Estate Di Kalteng, Peluang Peningkatan Kesejahteraan Bagi Kalangan Perempuan Besar

KBRN, Palangka Raya : Di tengah wabah pandemi covid 19, tidak menjadi halangan bagi Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan Dan Anak (PUSPA) Kalimantan Tengah, untuk menggelar pertemuan secara daring. Adapun topik yang menjadi pembahasan dalam Kegiata Webinar yang di fasilitasi oleh Kementerian PPPARI : Strategi Sukses Meningkatkan Usaha Ekonomi Perempuan Di Masa Covid 19 Melalui Media Digital. Menghadirikan narasumber Kadis P3APPKB Kalteng,  Kadis Koperasi UMKM dan Ketua Forum Puspa Kalteng serta sharing Best Practise Pelaku Usaha PMEFS Pemenang The Best 7 Inovasi Perempuan Tingkat Nasional Th 2019 binaan Puspa Prov Kalteng.

Dalam paparannya di hadapan puluhan Peserta Webinar yang terdiri dari Seluruh Lembaga Masyarakat,  Se-Kalteng,  Pelaku Usaha,  pengurus Forum Puspa Propinsi Kalteng dan Provinsi lainnya. Ketua Forum Puspa Kalteng Hj Lilie Hadiyani mengatakan, sejak 7 bulan pandemi covid 19 menyerang Indonesia, memberikan dampak buruk bagi pelaku usaha terutama sektor informal, sebagian besar alami penurunan penghasilan akibat sepinya pembeli, hal ini disebabkan adanya pembatasan sosial, masyarakat lebih memilih dirumah daripada terpapar covid saat penerapan PSBB lalu.

“Namun di tengah kesulitan pelaku usaha tersebut, Forum PUSPA Kalteng hadir, dengan rutin  mendorong semua pelaku usaha, dapat beralih ke sistem digital, terutama saat menawarkan dagangannya, karena lebih praktis dan cepat sampai kepada konsumen,” Kata Lili kepada RRI Sabtu (17/10/20).

Lebih Jauh kata Lili, Forum Puspa selama Pandemi covid 19, juga turut serta membantu pemerintah mengedukasi masyarakat, terhadap pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena hingga saat ini, jumlah suspect covid 19 se Kalteng, sudah mencapai 3 ribu orang lebih.  Disamping itu di berbagai kesempatan, Puspa Kalteng memberikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu dan pembagian masker gratis, bahkan dalam waktu dekat, inisiatif dari pengurus lainnya, akan memprogramkan kegiatan belajar keliling, sasarannya terhadap anak gelandangan dan anak anak yang kurang tersentuh pendidikan selama masa pandemi covid 19.

Sementara itu di tempat yang sama Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah dr.Ryan Tangkudung, saat kegiatan webinar, menyambut baik dipilihnya Kalteng sebagai lumbung pangan nasional (Food Estate) yang ada di dua Kabupaten yakni Pulang Pisau, dan kapuas.

“Hal ini secara tidak langusng, akan memberikan kesempatan seluas luasnya bagi masyarakat lokal, untuk meningkatkan kreatifitas guna terwujudnya sumber semua pangan, karena di kawasan food estate nantinya, bukan hanya padi yang dikembangkan, tetapi masyarakat lokal bisa mengembangkan tanaman lain seperti jeruk, cabe, jagung, dan singkong,” kata Ryan.

Ia berharap, masyarakat Kalteng dapat memanfaatkan segala peluang yang terbentang lebar di depan mata, apalagi Menhan Prabowo Subianto, telah diberikan mandat oleh Presiden Joko Widodo menanam ribuan hektar singkong, sebagai makanan tradisional dan bahan baku membuat kue serta turunan lainnya.

“Intinya sangat potensial meningkatkan kesejahteraan, selama kalangan perempuan memiliki inovasi  , dan strategi pemasaran sesuai kemampuan yang dimiliki,” tukasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00