Harga Anjlok Pasaran Akibat Daya Beli Masyarakat Menurun

KBRN, Palangka raya : Pemerintah pusat melalui perwakilan Kementerian di sejumlah daerah, diminta segera mencairkan bantuan langsung tunai 600 ribu rupiah kepada pelaku usaha dan masyarajat, sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi, mengingat daya beli masyarakat saat ini sangat lesu.

Hal ini disampaikan Salah Seorang Pedagang Sembako Di Pasar Kahayan Palangka Raya Istianah, di katakana, sejak 4 bulan covid 19 melanda,  semua pedagang merasakan sepinya pembeli, gejolak harga yang paling dirasakan naik turun oleh masyarakat adalah harga ayam potong, sempat turun di harga 27 ribu sekarang sudang mencapai 32 ribu perkilonya.

“Dampak dari sepinya pembeli, kami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, mirisnya akibat perputaran ekonomi tidak normal, uang untuk biaya sekolah anak tertunggak,” kata Isti kepada RRI Rabu (02/09/20)

Hal senada diungkapkan, salah satu Distributor Ayam Potong Di Palangka Raya Andi Bustan, menurutnya gejolak naik turun harga bukan lagi disebabkan oleh suplay terhambat, tetapi lebih diakibatkan daya beli masyarakat yang menurun, untuk suplay ayam di Palangka Raya sendiri bila dalam kondisi normal sebesar 19 ribu ekor, 14 ribu di suplay dari dalam kota, sedangkan sisanya suplay dari banjar sebanyak 5 ribu ekor.

“Untuk mengembalikan kondisi daya beli seperti semula lanjut andi, diperlukan campur tangan dan dukungan dari pemerintah pusat, salah satunya melalui bantuan bergulir, agar gairah perekonomian masyarakat perlahan tumbuh meningkat, karena saat ini yang ditunggu masyarakat realisasi janji dari pemerintah, bukan janji palsu, khususnya program pemulihan ekonomi,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00