Harga Ayam Potong Turun Peternak Menjerit.

KBRN,Palangka Raya : Meski ada 8 Perusahaan Besar di Kalteng yang memberikan pasokan ayam potong bagi masyarakat , namun dengan penurunan harga ayam potong berdampak besar bagi peternak Kalimantan Tengah. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Indonesia -Pinsar Provinsi Kalimantan Tengah, Andi Bustan yang juga seorang peternak unggas kepada rri senin (31/08/20) menyampaikan dengan harga ayam di kandang Rp.16.000 ribu rupiah perkilogram, meski harga pasaran ayam saat ini seharusnya Rp.20.000 ribu rupiah, sehingga setiap kilogramnya para peternak Kalteng telah rugi sebesar Rp.4000 Rupiah dan bila berat ayam 2 kilogram maka peternak ayam akan merugi dua kalilipat yakni Rp. 8000 Rupiah per ekor sehingga antara harga jual kandang dan Pasar tidak sama.

Andi Bustan berpandangan salah satu faktor pemicu penurunan harga ayam potong di Kalteng saat ini akibat over produksi khususnya akibat pasokan ayam dari luar palangka raya atau dari Banjarmasin-Kalsel, karena konsumsi peternak lokal untuk Palangka Raya dan sekitarnya telah tersaingi dengan pasokan liar Palangka Raya. Sementara itu aturan yang jelas terkait kebutuhan pasokan ayam bagi konsumsi masyarakat masih belum jelas dengan jumlah produksi Palangka Raya hingga kini mencapai 14-16 Ribu perhari.

Sementara kebutuhan dalam situasi normal mencapai 19 ribu ekor ayam sehingga kekurangan pasokan ayam di Palangka Raya mencapai 4 ribu hingga 6 ribu ekor perhari dan juga dibantu pula suplai dari Kalsel.

” Kurang kondusifnya kondisi saat ini juga mempengaruhi harga jual ayam potong di Kota Palangka Raya,” jelas Andi Bustan

Sementara itu salah satu pedagang ayam di Kereng Mega Sukmawati kepada rri mengatakan saat ini ayam yang dijualnya dengan harga Rp.26.000 perekor dengan harga ambilan di peternak ayam kranggan Rp.19.000 perekornya dan para pedagang lebih suka harga ayam potong di kandang turun.Karena lebih laku saat diperjualbelikan dan konsumen akan beli berkilo kilo lain hal bila harga ayam tinggi di kandang pembeli relatif sedikit mengkonsumsi ayam dalam sehari Mega memasok ayam jualannya 20 Kilogram untuk dikonsumsi masyarakat kereng.

” Kalau kami pedagang senang saat ayam turun ,karena banyak ayam yang dibeli berkilo kilo,” kata Mega Sukmawati

Naik turunnya harga ayam potong di masa pandemi covid-19 ini bagaikan buah simalakama bila turun pedagang gembira pembeli ramai namum peternak merugi namun bila peternak menaikan harga jual ayam di kandang pedagang sepi pembeli sehingga masih diperlukan aturan yang jelas dari Pemerintah Daerah, terkait jumlah pasokan ayam di suatu wilayah agar pedagang dan peternak akan sama sama diuntungkan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00