Harga CPO Membaik, Produksi Petani Sawit Justru Turun

KBRN, Palangka Raya: Harga minyak sawit kasar (Crude Palm Oil) mengalami kenaikan. Dengan mulai naiknya harga CPO turut mempengaruhi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Pengusaha Sawit Kereng Pangi Hampalit Kabupaten Katingan Kalteng, Sugiyarno, mengatakan harga TBS yang sempat berada di harga terendah Rp 825 per kilogram sudah menunjukkan kenaikan yang cukup menggembirakan.

“Harga CPO membaik ya tentunya harga TBS juga membaik. Sangat bagus ini bu harganya bu. Sudah mulai bagus karena sudah sentuh harga 1.750 per kilo,” ujar Sugiyarno kepada RRI, Rabu (26/8/20200).

Ketua Kelompok Tani Tenera ini mengatakan kenaikan harga sudah dinikmati petani sekitar sebulan terakhir. Namun Sugiyarno mengungkapkan produksi kelapa sawitnya saat ini justru menurun sekitar 40-50 persen. Menurutnya penurunan produksi kelapa sawit merupakan dampak dari kemarau el nino tahun lalu.

Putusnya serabut akar membuat penyaluran nutrisi unsur hara menuju batang tidak bisa berlangsung normal.

Sementara itu, Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Tengah, Halin Ardi, mengatakan kenaikan harga CPO dipengaruhi permintaan dalam negeri yang kembali meningkat untuk biodiesel, maupun permintaan dari negara-negara importir yang sempat terhenti selama pandemi Covid-19.

“Memang belum seperti normal pada waktu sebelum ada Covid-19 itu. Tapi sudah mulai sekarang naik. Sekarang CPO itu di outlet itu sekitar Rp 9.000 ke atas, tapi bisa juga turun. Jadi antara Rp 8.000-Rp 9.500 ya,”  ujar Halin Ardi.

Sekjen Gapki Kalteng ini mengatakan harga dan permintaan belum kembali normal, namun kenaikan cukup membantu perekenomian petani dan pengusaha sawit.

Halin Ardi menambahkan produk yang dijual tidak hanya berupa CPO tetapi juga produk-produk jadi seperti sabun, minyak goreng, dan lain-lain. (foto: warta ekonomi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00