20 Program Pemulihan Ekonomi, Pekerja Kena PHK Diberikan Berbagai Pelatihan Usaha

KBRN, Palangka Raya : Selain pelaku usaha, banyak masyarakat menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Oleh sebab itu, selain upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya saat ini juga tengah melakukan upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Salah satunya menggelar berbagai pelatihan, baik di bidang pertanian, perikanan maupun kerajinan rotan. 

Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah memastikan, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) akan menyelenggarakan beberapa pelatihan, sesuai minat dan bakat dengan kriteria peserta yang memang benar-benar korban PHK dari setiap kecamatan yang ada di Kota Palangka Raya. 

Umi menjelaskan, hingga kini terdapat 20 program pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak yang sedang dan akan dijalankan. Dari program-program tersebut, masing-masing ditangani oleh Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Tenaga Kerja.

Salah satu pelatihan yang telah terselenggara dibeberkan mantan anggota DPRD Kota ini, kegiatan Proses Produksi Forniture Berbahan Dasar Kayu Industri Kecil dan Menengah (IKM), di Jalan Temanggung Tilung XVIII yang berjalan sesuai dengan rencana dan diikuti peserta yang telah memenuhi syarat. 

"Tujuan dari beberapa pelatihan tersebut, sebagai kehadiran pemerintah kepada masyarakat untuk pemulihan ekonomi dan juga meningkatkan efektivitas pembinaan kepada industri kecil dan menengah dengan memberdayakan masyarakat masih produktif," tambahnya. 

Umi pun berharap segala ilmu didapatkan, bisa meningkatkan semangat warga untuk kembali bekerja, sehingga perekonomian bisa berjalan dengan baik, meskipun di tengah pandemi. Hal ini juga memperingaruhi pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya. 

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kalteng telah menggelar kegiatan serupa dengan melibatkan puluhan peserta yang memiliki minat dan bakat dalam usaha menjahit pakaian. 

Menurut Kepala Disperindag, Aster Bonawaty, bimbingan teknis usaha konveksi yang terdampak Covid-19 telah diselenggarakan selama 4 hari dengan tujuan agar peserta bisa mengembangkan pengetahuan yang didapatkan menjadi sebuah usaha baru, guna bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Pelatihan tersebut bisa membantu peserta tidak memiliki penghasilan atau yang menjadi korban PHK, agar membuka usaha dengan modal keterampilan yang telah didapat dari instruktur," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00