Ancaman Resesi Ekonomi, Pemprov Ambil Langkah Strategis UMKM

KBRN, Palangka Raya : Resesi ekonomi telah melanda sejumlah negara di dunia. Ancaman serupa bisa saja dialami oleh Indonesia, jika pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan ekonomi yang mempuni. Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM), resesi memiliki pengaruh sangat besar, lantaran semua usaha terancam gulung tikar.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kalimantan Tengah (Kalteng), telah mempersiapkan para pelaku insustri kecil menengah agar bisa terus eksis, di tengah perekonomian yang tidak menentu selama Pandemi Covid 19.

Kepala Disperindag Kalteng Aster Bonawaty Mangkusari tidak menampik, situasi seperti sekarang ini, telah mengganggu semua sektor, termasuk perekonomian masyarakat kecil dan menengah, tidak terkecuali di Kalteng. Dampak yang nyata, buruknya aktivitas penjualan dan juga distribusi barang terlambat, akibat adanya pembatasan sosial. 

Oleh sebab itu diakui Aster, pemerintah provinsi, telah mengambil langkah strategis, guna mendorong industri kecil menegah, tetap terus bertahan, sehingga memberikan kontribusi berarti bagi perekonomian di Bumi Tambun Bungai. Melalui bimbingan teknis industri kecil dan menengah yang telah diberikan selama ini, pelaku usaha dan industri bisa memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan lebih, di luar aktivitas keseharian, sehingga mampu bertahan di tengah ancaman resesi. 

"Begitu juga kegiatan dengan mengumpulkan pelaku usaha dibidang yang sama, dapat membentuk suatu kelompak atau peguyuban sebagai wadah sharing agar bisa bersama - sama menyelesaikan masalah di sektor ekonomi kecil selama situasi pandemi,” tambah Aster. 

Sementara itu, Pakar Ekonomi Kalteng sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kalteng, Miar Bakar mengatakan, pertumbuhan tertinggi berdasarkan lapangan usaha berada di sektor pertambangan mencapai 24,65 persen. Disusul sektor pengadaan listrik dan gas sebanyak 7,93 persen dan jasa keuangan 2,85 persen.

Dengan demikian menurut Miar, sangat perlu mempersiapkan pelaku ekonomi kerakyatan yang kuat untuk menghadapi kemungkinan, selama adaptasi kebiasaan baru, termasuk ancaman resesi. 

Sehingga, rencana berbasis kebijakan dengan tetap memberikan perlindungan kesehatan serta menjaga pertumbuhan ekonomi harus seiring sejalan. Sedangkan untuk upaya pemulihan terhadap kondisi perekonomian menuju new normal ditambahkan Miar, harus dikemas dengan cara skema. 

"Artinya, setelah tahapan pemberian bantuan sosial (bansos) dan keringanan relaksasi pinjaman stimulus bantuan modal kerja bagi pelaku UMK, pemerintah bisa memantapkan tiga level kebijakan yakni koordinasi antar lembaga dan level operasional," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00