Minyak Curah Campur Jelantah Bahaya Untuk Kesehatan

KBRN,Palangka Raya : Meski keamanan dari peredaran minyak curah hingga saat ini masih diragukan namun Menteri Perdagangan, telah menerapkan kebijakan per 1 januari 2020 untuk tidak menarik, peredaran. Dan tidak ada penarikan minyak curah dari pasaran mengingat minyak curah diproduksi oleh pelaku usaha mikro kecil. Minyak curah memang banyak diminati warga yang tinggal di daerah pelosok dari pada minyak kemasan karena harga relatif terjangkau , dan pastinya ada di setiap warung.

Kepada RRI rabu, (12/08/20) Kepala Bidang Informasi dan komunikasi Balai pengawas obat dan makanan-BPOM Palangka Raya Wiwik Wiranti mengatakan masyarakat perlu mengetahui bahwa ,untuk minyak curah mengalami satu kali tahapan proses penyaringan dan belum memiliki keamanan produk atau tidak memiliki standar kesehatan dari BPOM untuk itu memang minyak curah tidak disarankan untuk dikonsumsi masyarakat.

”Karena minyak curah bisa membahayakan masyarakat.karena kualitas minyak tidak bisa dipertanggungjawabkan untuk itu masyarakat diminta dapat memilih produk pangan yang telah memiliki ijin edar atau terdaftar di BPOM,”Jelas Wiwik Wiranti

Sementara itu Yayat salah seorang pedagang klontongan di Pasar Kahayan menyampaikan meski minyak curah belum ada terdaftar di BPOM namun peminat minyak curah relatif banyak karena harga juga cukup bersaing dengan minyak kemasan serta kerap digunakan para pedagangan PKL untuk berjualan dalam sehari yayat mampu menjual 5 hingga 10 bungkus minyak cutah dengan harga perliter Rp.8000 rupiah dan sampai sekarang keluhan dari para pelanggannya tidak ada.

“Kami sebagai pedagang tetap saja menjual minyak curah,karena permintaan masih banyak,”Kata Yayat

Ditambahkan meski secara definisi, minyak curah diproduksi produsen minyak goreng dengan turunan dari CPO. Minyak tersebut telah melewati proses refining, bleaching dan deodorizing di pabrikan. Dan selama ini, minyak curah didistribusikan dengan menggunakan mobil tangki melalui drum di pasar.

Kementerian perdagangan menyatakan distribusi minyak goreng curah yang biasanya dengan wadah terbuka tersebut rentan terkontaminasi air dan binatang.  Bukan hanya itu saja, minyak curah juga rentan dioplos dengan minyak jelantah. Sehingga perusahaan wajib melakukan pengemasan minyak goreng. tujuannya agar masyarakat mendapatkan produk yang higienis serta bebas pengoplosan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00