Resesi Ekonomi Dapat Diatasi Melalui Peran Pemerintah Dan Masyarakat.

KBRN,Palangka Raya : Dampak pandemi virus covid-19 di sektor ekonomi, telah dirasakan oleh banyak orang. Buruh mengalami pemutusan hubungan kerja, karyawan menerima pemotongan gaji, bahkan yang bekerja di sektor informal pun turut terdampak. Kondisi ini pun memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi.atau penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan yang bertahun–tahun.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya Prof. Danes Jaya Negara kepada RRI selasa (11/08/20) menyampaikan resesi dapat terjadi bila ada 2 periode berturut turut terjadi pertumbuhan ekonomi yang negatif baik secara lokal maupun nasional atau global yang terjadi pula di beberapa negara juga akibat dampak covid-19 yang terjadi saat ini di seluruh dunia. Dan berdampak di semua sektor ekonomi,perhubungan ,kesehatan pendidikan, juga terkait distribusi barang dan jasa.

Juga mobilitas atau aktivitas orang hal ini dapat berdampak terhambatnya aktifitas ekonomi masyarakat dan menurunnya minat untuk berbelanja karena ekonomi banyak didirong oleh konsumsi inilah perlunya peran Pemerintah dan masyarakat untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi melalui PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto untuk melihat laju pertumbuhan ekonomi Derah baik melalui sektor pengadaan barang dan jasa guna mendorong aktivitas ekonomi , sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

" Sehingga jalan keluar dari dampak resesi dunia yang efeknya juga melanda Indonesia dan Kalimantan Tengah meski tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 namun adanta kelonggaran posko libas, kembali mengaktifkan pasar ataupun kuliner juga hotel dan pariwisata hal ini berdampak pula di sektor perbankan," tegas Denis Jaya Negara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00