Terapkan Protokol Kesehatan Di Dunia Pariwisata

KBRN,Palangka Raya : Pandemi Covid-19 memang benar-benar meluluh-lantakkan industri pariwisata Indonesia. Lebih dari sejuta pekerja di sektor pariwisata terkena dampaknya. Bisnis penginapan, transportasi dan restoran menjadi yang paling mendapat pukulan telak. Tapi saat ini, industri pariwisata mulai menggeliat kembali. Pelonggarkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sebelumnya diterapkan sebagai upaya mencegah penularan semakin meluas disambut baik tak hanya oleh pelaku usaha. Masyarakat luas pun senang, meski penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan dalam tatanan kehidupan baru saat ini.

SekertarisPerhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Tengah Yusup Kawaru kepada RRI menyampaikan, kondisi perhotelan di Kalimantan Tengah dan Kota Palangka Raya khususnya saat ini ,meski oprasional belum secara terbuka dilakukan telah mulai bangkit dari keterpurukan dan mulai menggeliat juga menerapkan protokol kesehatan di tatanan kehidupan baru saat ini diharapkan pandemi covid-19 tidak akan mematikan usaha Perhotelan maupun Pariwisata di Kalimantan Tengah.

' ‘Kami bersyukur saat ini geliat Pariwisata di Kota Cantik Palangka Raya sudah mulai terlihat dan pastinya tetap menerapkan protokol kesehatan,’’Terang Yusup Kawaru

Sementara itu Pengelola obyek wisata Dermaga Kereng bangkirai Aldius mengatakan pihaknya saat ini telah menyiapkan protokol kesehatan bagi para pengunjuk obyek wisata di Kereng Bangkirai agar tetap aman saat menikmati keindahan alam hutan Sebangau tersebut.

”Saat ini masyarakat yang ingin berkunjung ke Dermaga Kereng Bangkirai harus menerapkan protokol kesehatan," .Kata Aldius

Gegap gempita masyarakat menyerbu tempat wisata dalam tatanan kehidupan baru ini memang luar biasa. Untuk melampiaskan kebebasan terbatas yang selama ini dirasakan . Tentu saja ini disambut girang pelaku industri pariwisata yang sudah lima bulan ini diam dalam dilema. Hotel-hotel bersiap. melakukan terobosan di era tatanan kehidupan baru yang telah diterapkan demi meyakinkan tamu . Pundi-pundi uang memang datang. Tapi pandemi belum berakhir, gelombang kedua wabah ini saja sudah mengancam., jika kondisi itu benar terjadi, makaTentu saja sektor pariwisata harus bersiap kembali untuk terkena dampak. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00